Tuesday, 14 January 2014

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita...^^..

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita...^^..

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
“ Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?” Tuhan
menjawab, “ Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan
untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak
pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit
hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub, “ Hanya dengan dua tangan? tidak
mungkin! Tuhan menjawab, “ Tidakkah kau tahu, dia juga mampu
menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“ Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah
terlalu banyak beban baginya?” Tuhan menjawab, “ Itu tidak seperti
yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”

“ Untuk apa?“, tanya malaikat.Tuhan melanjutkan, “ Air mata adalah
salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta,
kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai
kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang
dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia
mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu
tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis,
menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban
demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,
dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan
bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia
mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita
kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa
sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“ Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia
sering lupa betapa berharganya dia ..”

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Jan 2014...^^..

Setiap Zaman Dan Kitarannya...^^..

Setiap Zaman Dan Kitarannya...^^..

Daripada Jabir bin Majid As-Sadafi RA, katanya Rasulullah SAW bersabda,
“ Selepasku, akan berlaku zaman kekhalifahan. Selepas itu berlaku pula
zaman Amir-amir. Selepas itu berlaku pula zaman Raja-raja dan selepas
raja-raja, zaman diktator. Kemudian, seorang lelaki dari ahli keluargaku
akan datang (memerintah) dan memenuhkan dunia ini dengan keadilan
seperti sebelumnya yang dipenuhi dengan kekejaman. Kemudian, naik
memerintah selepasnya Al-Qahtani, dan demi Zat yang menghantarku
dengan kebenaran, dia tidaklah jauh berbeda daripada al-Mahdi.”

tuliskanakkuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Jan 2014...^^..

Harga Pembebasan Bilal Bin Rabah...^^..

Harga Pembebasan Bilal Bin Rabah...^^..

Tahukah dirimu sahabah...Berapa yang dikeluarkan Abu Bakar ash
Shiddiq ketika membebaskan Bilal bin Rabah dari perbudakan?

Ketika itu Umaiyah bin Khalaf meletak harga 9 uqiyah emas. Dan
dengan segera Abu Bakar radhiallah ‘anhu langsung menebusnya.

1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00

Dan itu baru satu pembebasan, belum lagi dengan pembebasan budak
lainnya. Inilah upaya mereka berniaga dengan Allah Ta’ala, membeli
surga-Nya yang mahal harganya.

Subhanallah...lantas, bagaimanakah dengan kita??? berapa yang telah
kita sedekahkan selama ini???

Semoga Allah menjadikan ringan tangan ini untuk membantu saudara
kita, meski belum lah mampu mencapai angka2 tersebut....aamiin...

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Jan 2014...^^..

Monday, 13 January 2014

Hak Fathimah a.s. Ke Atas Tanah Fadak...^^..

Hak Fathimah a.s. Ke Atas Tanah Fadak...^^..

Selepas Rasulullah S.A.W wafat, Fatimah a.s. turut memperjuangkan
hak Imam Ali AS sebagai khalifah yang sah dilantik oleh Rasul S.A.W
dan juga tentang haknya terhadap Tanah Fadak. Fatimah tidak
mengiktiraf Abu Bakar sebagai khalifah yang sah. Pada suatu ketika
Abu Bakar dan Umar al-Khattab bersama rombongannya mengepung
rumah Fatimah a.s. dengan tujuan memaksa penghuni rumah
memberikan bai'ah kepada Abu Bakar. Malahan Rombongan tersebut
mengancam akan membakar rumah tersebut. Seseorang bertanya
kepada Umar: " Wahai ayah Hafsah (Umar al-Khattab), sesungguhnya
Fatimah ada di dalam," dan Umar menjawab,: " Wa in (sekalipun)"
[Ibn Qutaibah, Al-Imamah Wal-Siyasah, Jilid I, hlm.12-13]. Fatimah
a.s. kemudian keluar dari pintu dari berkata lantang: " Hai, Abu Bakar,
Alangkah cepatnya anda menyerang keluarga Rasul. Demi Allah, saya
tidak akan bercakap dengan Umar sampai saya menemui Allah...Kamu
semua telah membiarkan jenazah Rasulullah S.A.W bersama kami,
dan kamu semua telah mengambil keputusan antara kamu sendiri
tanpa bermusyawarah dengan kami dan tanpa menghormati hak-hak
kami. Demi Allah, aku katakan, keluarlah kamu semua dari sini dengan
segera! Jika tidak dengan rambutku yang kusut ini, aku akan meminta
keputusan dari Allah!" [Ibn Abil Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, Jilid
VI, hlm.48-49]

Fatimah a.s. menganggap Tanah Fadak sebagai miliknya yang sah
karena ia telah diberikan oleh Rasul S.A.W ketika baginda S.A.W
masih hidup. Tanah Fadak terletak dekat dengan Khaibar dan disitu
terdapat kebun kurma. Tanah tersebut diserahkan oleh Bani Nadir
kepada Rasulullah S.A.W selepas peristiwa Perang Khaibar pada tahun
7 Hijrah. Kemudian Rasulullah S.A.W menghadiahkan tanah tersebut
kepada Fatimah a.s. [riwayat dari Abu Sai'd al-Khudri - silakan lihat
Fada'il Khamsah fi al-Sihah al-Sittah, Jilid 3, hlm.36] yaitu apabila
turunnya ayat Qur'an yang bermaksud," Apa saja harta rampasan
(fa'i) yang diberikan Allah kepada RasulNya yang berasal dari
penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang
dalam perjalanan supaya harta itu tidak hanya beredar di antara
orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul
kepadamu terimalah ia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka
tinggalkanlah, dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
sangat keras hukumanNya." (59:7) .

Fatimah a.s. menuntut Tanah Fadak dari Abu Bakar tetapi Abu Bakar
menolaknya. Fatimah a.s. lalu menemui Abu Bakar dan terjadilah
perdebatan di antara mereka berdua: Al-Jauhari meriwayatkan
bahwa ketika sampai berita kepada Fatimah a.s. bahwa Abu Bakar
menolak haknya ke atas Tanah Fadak, maka Fatimah a.s. dengan
disertai para pembantu wanitanya dan para wanita Bani Hasyim pergi
menemui Abu Bakar. Fatimah a.s. berjalan dengan langkah seperti
langkah Rasul. Ia lalu memasuki majlis yang dihadiri Abu Bakar, dan
penuh dengan kaum Muhajirin dan Ansar. Fatimah membentangkan
kain tirai antara dia dan kaum wanita yang menemaninya di satu sisi,
dan majlis yang terdiri dari kaum lelaki di sisi yang lain. Ia masuk
sambil menangis tersedu, dan seluruh hadirin turut menangis. Maka
gemparlah pertemuan itu. Setelah suasana kembali tenang, Fatimah
a.s. pun berbicara:

" Saya memulai dengan memuji Allah Yang Patut Dipuji. Segala Puji
bagi Allah atas segala nikmatNya, dan terhadap apa yang
diberikanNya..." dan setelah mengucapkan khutbahnya yang sungguh
indah, ia lalu berkata:

Fatimah a.s.: " Apabila anda mati, wahai Abu Bakar, siapakah yang
akan menerima warisan anda?"

Abu Bakar: " Anakku dan keluargaku."

Fatimah a.s.:" Mengapa anda mengambil warisan Rasul yang menjadi
hak anak dan keluarga beliau?"

Abu Bakar: " Saya tidak berbuat begitu, wahai putri Rasul."

Fatimah a.s.: " Tetapi anda mengambil Fadak, hak Rasulullah yang
telah beliau berikan kepada saya semasa beliau masih hidup....Apakah
anda dengan sengaja meninggalkan Kitabullah dan membelakanginya
serta mengabaikan firman Allah yang mengatakan," Sulaiman mewarisi
dari Daud " (Al-Naml: 16), dan ketika Allah mengisahkan tentang
Zakaria serta firman Allah, Dan keluarga sedarah lebih berhak waris
mewarisi menurut Kitabullah?(Al-Ahzab:6) Dan Allah berwasiat,
" Bahwa anak lelakimu mendapat warisan seperti dua anak perempuan"
(Al-Nisa:11) dan firman Illahj, " Diwajibkan atas kamu apabila salah
seorang daripada kamu akan meninggal dunia, jika ia meninggalkan
harta, bahwa ia membuat wasiat bagi kedua orang tua dan keluarganya
dengan cara yang baik, itu adalah kewajiban bagi orang-orang yang
bertaqwa" (Al-Baqarah: 80).

Apakah Allah mengkhususkan ayat-ayat tersebut kepada anda dan
mengecualikan ayahku daripadanya? Apakah anda lebih mengetahui
ayat-ayat yang khusus dan umum, lebih daripada ayahku dan anak
bapa saudaraku (Ali AS) Apakah anda menganggap bahwa ayahku
berlainan agama dariku, dan lantaran itu maka aku tidak berhak
menerima warisan?" [Ibn Abil Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, Jilid
XVI, hlm.249]

Ibn Qutaibah meriwayatkan pertemuan yang mungkin terakhir di antara
Fatimah a.s. dan Abu Bakar seperti berikut:

" Umar bin Khattab berkata kepada Abu Bakar: " Marilah kita pergi
kepada Fatimah, sesungguhnya kita telah menyakiti hatinya."

Maka keduanya pun pergi ke rumah Fatimah a.s., dan Fatimah a.s. tidak
mengizinkan mereka masuk ke dalam rumah. Mereka lalu memohon
kepada Ali bin Abi Talib, lalu Ali AS memperkenankan mereka masuk
ke dalam.

" Tatkala keduanya duduk dekat Fatimah a.s., Fatimah a.s. memalingkan
wajahnya ke arah dinding rumah. Salam Abu Bakar dan Umar tidak
dijawabnya.

Fatimah a.s. kemudian berkata: " Apakah anda akan mendengar apabila
saya katakan kepada anda suatu perkataan yang berasal dari Rasulullah
S.A.W yang anda kenal dan anda telah bertemu beliau S.A.W?"

Keduanya menjawab: " Ya." Kemudian Fatimah a.s. berkata: " Apakah
anda tidak mendengar Rasulullah S.A.W bersabda, " Keredhaan Fatimah
adalah keredhaan saya, dan kemurkaan Fatimah adalah kemurkaan saya.
Barang siapa mencintai Fatimah, anakku, bererti ia mencintaiku, dan
barang siapa membuat Fatimah murka, bererti ia membuat aku murka."

Mereka berdua menjawab: " Ya, kami telah mendengarnya dari Rasulullah
S.A.W.

Fatimah a.s. berkata: " Aku bersaksi kepada Allah dan malaikat-
malaikatNya, sesungguhnya kamu berdua telah membuat aku marah, dan
kamu berdua tidak membuat aku redha. Seandainya aku bertemu Nabi
S.A.W, aku akan mengadukan kepada beliau S.A.W tentang kamu berdua.

Abu Bakar berkata: " Sesungguhnya saya berlindung kepada Allah dari
kemurkaanNya dan dari kemurkaan anda, wahai Fatimah."

Kemudian Abu Bakar menangis, hampir-hampir jiwanya menjadi goncang.

Fatimah lalu berkata: " Demi Allah, selalu saya akan mendoakan
keburukan terhadap anda dalam setiap shalat saya."

Kemudian Abu Bakar keluar sambil menangis....[Ibn Qutaibah, Al-Imamah
Wal-Siasah, Bab Bagaimana Bai'at Ali bin Abi Talib; O.Hashem, Saqifah
Awal Perselisihan Ummat, hlm.100-101]

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Jan 2014...^^..

Wasiat Fathimah az-Zahra (Puteri Rasulullah)...^^..

Wasiat Fathimah az-Zahra (Puteri Rasulullah)...^^..

Kehidupan Fathimah az-Zahra a.s, wanita agung sepanjang masa adalah
kehidupan yang diwarnai kesucian, kesederhanaan, pengabdian, perjuangan
dan pengorbanan bukan kehidupan yang diwarnai kemewahan yang ramah
dan lembut.

Fathimah hanya hidup tidak lebih dari 75 hari setelah kepergian ayahnya.
Pada tanggal 14 Jumadil Ula, tahun 11 Hijriyah wanita suci, wanita agung
dan mulia sepanjang masa, menutup mata dalam usia yag relatif muda
yaitu 18 tahun.

Namun sebelum wafatnya beliau mewasiatkan keinginan kepada Imam Ali
as yang isinya:

1@ Wahai Ali, engkau sendirilah yang harus melaksanakan upacara
pemakamanku.

2@ Mereka yang tidak membuat aku Rela/Ridha, tidak boleh menghadiri
pemakamanku.

3@ Jenazahku harus dibawa ke tempat pemakaman pada malam hari.

Tidak hairan, jika setelah kepergian baginda Rasulullah, beliau sangat
sedih dan berduka cita, hatinya menangis dan menjerit sepanjang waktu.

Namun perlu diketahui bahwa kesedihan dan tangisannya itu bukanlah
semata-mata kehilangan Rasulullah s.a.w tapi juga beliau melihat
kelakuan umat sesudahnya yang sudah banyak menyimpang dari ajaran
ayahnya, dimana penyimpangan itu akan membawa kesengsaraan bagi
kehidupan mereka.

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited 2014...^^..

Tulang RusukKu...^^..

Tulang RusukKu...^^..

WANITA : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?

LELAKI    : Kamu!!!

WANITA : Menurut kamu, saya ini siapa?

LELAKI    : (Berfikir sejenak, lalu menatap WANITA dengan pasti).
Kamu, tulang rusukku!

Kerana Allah melihat bahawa Adam kesepian. Saat Adam sedang
lena tidur, Allah mengambil rusuk Adam dan menciptakan Hawa.
Semua LELAKI mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat Allah
menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hatinya.

Selepas berkahwin, pasangan itu mengalami masa yang indah dan
manis untuk sementara. Setelah itu, pasangan muda ini mulai
tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kelelahan hidup yang
ada. Hidup mereka menjadi bosan.

Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian
dan cinta antara satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan
pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada
akhir sebuah pertengkaran WANITA lari keluar rumah.

Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak “ Kamu tidak cintakan saya
lagi!!!”. LELAKI sangat membenci ketidakdewasaan WANITA dan secara
spontan juga berteriak “ Saya menyesali perkahwinan ini! Kamu ternyata
bukan tulang rusukku!!!”

Tiba-tiba WANITA terdiam, dan berdiri kaku untuk beberapa saat.
LELAKI menyesali akan apa yang sudah dia lafazkan, tetapi seperti air
yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diceduk kembali. Dengan
berlinang air mata, WANITA kembali ke rumah dan mengambil barang-
barangnya, bertekad untuk berpisah.

“ Kalau saya bukan tulang rusukmu, biarkan saya pergi. Biarkan kita
berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing”.

Lima tahun berlalu. LELAKI masih belum lagi berkahwin, tetapi berusaha
mencari khabar akan kehidupan WANITA. WANITA pernah ke luar negeri
tetapi sudah kembali. Dia pernah berkahwin dengan seorang asing dan
bercerai. LELAKI agak kecewa bila mengetahui WANITA tidak menunggu,
sepertinya.

Dan di tengah malam yang sunyi, dia meminum kopinya dan merasakan sakit
dihatinya. Tetapi LELAKI tidak sanggup mengakui bahawa dia merindukan
WANITA.

Suatu hari, mereka akhirnya bertemu kembali. Di airport, tempat di mana
banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh
sebuah dinding pembatas.

LELAKI    : Apa khabar?

WANITA : Baik… kamu sudah menemui tulang rusukmu yang hilang?

LELAKI    : Belum.

WANITA : Saya akan terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Saya akan kembali 2 minggu lagi. Telefon saya kalau kamu berkesempatan.
Kamu tahu nombor telefon saya kan? Tidak ada yang berubah.

WANITA tersenyum manis, berlalu di hujung lafaz “ Selamat tinggal…”

Satu minggu kemudian, LELAKI menerima khabar WANITA adalah salah
seorang korban Menara WTC. Malam itu, sekali lagi, LELAKI meneguk
kopinya dan kembali merasakan sakit dihatinya. Akhirnya dia sedar bahawa
sakit itu adalah kerana WANITA, tulang rusuknya sendiri yang telah
dengan bodohnya dia patahkan…

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Jan 2014...^^..

Kisah Wafatnya Fatimah Az Zahra (Puteri Rasulullah)...^^..

Kisah Wafatnya Fatimah Az Zahra (Puteri Rasulullah)...^^..

Rumah kecil yang diberkahi Allah dan Rosulullah diselimuti kelam. Hasan
dan Husein cucu kesayangan Rosul pun seakan faham bahwa mereka
akan ditinggal bunda tercinta. Siang itu menjadi salam perpisahan buat
Ali k.w., cucu Hasan, dan Husein Sang Martir.

Fatimah pun memanggil memanggil suami tercintanya, agar duduk
disebelahnya, ia memohon: " Wahai suamiku 'Ali tercinta: "peganglah
dadaku sebelah sini." Ali k.w. pun melakukan perintah istri yang sebentar
lagi akan menghadap Sang Khaliq. Lalu putri Rosulullah r.a. mengambil
sehelai sutra hijau bertuliskan suatu maklumat. " Wahai Suamiku,
sertakanlah maklumat ini di dalam kafanku. Apakah engkau mengetahui
hal ini? Ketika aku akan diserahkan kepadamu sebagai istri, aku menolak
empat ratus dirham yang diwariskan. Aku berdoa bahwa yang diwariskan
kepadaku menjadi syafaat di Hari Kiamat dan semoga Allah SWT ridho.
Maklumat Ilahi ini adalah suatu yang membuktikan bahwa aku telah
menerima hak dan sejumlah keharusan terhadap syafaat, atas nama
pendosa-pendosa di kalangan umat ini. Tempatkan ia dalam kafanku,
agar aku nanti membacanya di hadapan Allah Jalla Jalaaluh".

Kemudian Istri Solehah melanjutkan wasiatnya, " Suamiku, engkaulah
yang mesti menghantarkanku dan menguburkanku dekat makam ayahku
dan ucapkanlah, Ya Rosulullah, kami bawakan Anda Fatimah kesayangan
Anda, cahaya kedua mata Anda. Engkau harus mengimbangi tanggapan
apapun yang Engkau terima."

Sesaat kemudian, ruh Fatimah r.a. terbang melayang menuju alam atas
sana, memenuhi panggilan Ilahi. Pulanglah!" ('irji').

Saat itu anggota Ahlul Bait tenggelam dalam lautan kepedihan dan derita,
helaan nafas dan tangis mereka mengakibatkan para malaikat di langit
berduka. Seluruh Madinah menumpahkan air-mata kesedihan mendalam.
Ia yang oleh para Raja Para Rosul dikatakan bagian diri Rosulullah saw,
meninggalkan dunia fana pasa saat yang sama meninggalkan seluruh umat
yang tak beribu lagi. Hanya Fatimah lah yang sangat berbahagia dengan
kepergian itu untuk menemui ayah tercinta.

Imam Ali Karamallahu Wajhah (Wajah yang Diberkahi Allah) memandikan
dan mengafaninya sendiri, dan pada saat yang sama menyertakan
maklumat Ilahi di kafan Nabi Muhammad saw. Sang Imam melaksanakan
prosesi pemakaman sesuai wasiat Al Batul yang di junjung tinggi.
Pemandian dan pengkafanan menjadi hak prerogatif Abul Hasan atau
Abu Turab (Gelaran Beliau) saja.

Shalat pun telah dilangsungkan, Imam Ali bin Abu thalib pun pergi menuju
makan Rosulullah saw. Ia letakkan jenazah Fatimah r.a. di pintu gerbang
makam dan berseru ke dalam makam," Ya Rosulullah, saya membawakan
Anda putri tercinta Fatimah."

Diriwayatkan bahwa ketika Imam Ali mengucapkan ini, makam Rosulullah
saw merenggang dan terbuka, dua tangan yang diberkahi mencuat dari
dalam dan suatu suara menjawab," Bawalah ia kepadaku, Fatimahku,
cahaya mataku, kebahagiaan hatiku." Lalu tangan tersebut merangkul
Fatimah dan menariknya kedalam. Ia berada ke tempat semula sesaat
setelahnya, dan para pengantar memakamkannya di pemakaman yang
dikenal sebagai Taman Keindahan (Jannah Al-Baqi).

Disana ia berbaring hingga hari ini. Semoga Allah menganugrahkan kepada
kita sarana yang halal untuk berkunjung dan berziarah menuju makan
para Ahlul Bait. AMIN

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Jan 2014...^^..