Monday, 8 June 2015

Riwayat Nabi Syu'aib (012)...^^..

Riwayat Nabi Syu'aib (012)...^^..

Kaum Madyam, kaumnya Nabi Syu'aib, adalah segolongan bangsa
Arab yang tinggal di sebuah daerah bernama " Ma'an" di pinggir
negeri Syam. Mereka terdiri dari orang-orang kafir tidak
mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Mereka menyembah kepada " Aikah"
iaitu sebidang padang pasir yang ditumbuhi beberapa pohon dan
tanam-tanaman. Cara hidup dan istiadat mereka sudah sangat
jauh dari ajaran agama dan pengajaran nabi-nabi sebelum Nabi
Syu'aib a.s.

Kemungkaran, kemaksiatan dan tipu menipu dalam pengaulan
merupakan perbuatan dan perilaku yang lumrah dan rutin.
Kecurangan dan perkhianatan dalam hubungan dagang seperti
pemalsuan barang, kecurian dalam takaran dan timbangan menjadi
ciri yang sudah sebati dengan diri mereka. Para pedagang dan
petani kecil selalu menjadi korban permainan para pedagang-
pedagang besar dan para pemilik modal, sehingga dengan
demikian yang kaya makin bertambah kekayaannya, sedangkan yang
lemah semakin merosot modalnya dan semakin melarat hidupnya.

Sesuai dengan sunnah Allah sejak Adam diturunkan ke bumi bahwa
dari waktu ke waktu bila manusia sudah lupakan kepadaNya dan
sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran nabi-nabiNya, dan
bila Iblis serta syaitan sudah menguasai sesuatu masyarakat
dengan ajaran dan tuntutannya yang menyesatkan maka Allah
mengutuskan seorang rasul dan nabi untuk memberi penerangan
serta tuntutan kepada mereka agar kembali ke jalan yang lurus
dan benar, jalan iman dan tauhid yang bersih dari segala rupa
syirik dan persembahan yang bathil.

Kepada kaum Madyan diutuslah oleh Allah seorang Rasul iaitu
Nabi Syu'aib, seorang daripada mereka sendiri, sedarah
sedaging dengan mereka. Ia mengajak mereka meninggalkan
persembahan kepada Aikah, sebuah benda mati yang tidak
bermanfaat atau bermudharat dan sebagai gantinya melakukan
persembahan dan sujud kepada Allah Yang Maha Esa, Pencipta
langit dan bumi. Termasuk juga menerangkan pencipta sebenarnya
sebidang tanah yang mereka puja sebagai tuhan mereka.

Nabi Syu'aib menyeru kepada mereka agar meninggalkan
perbuatan-perbuatan dan kelakukan-kelakuan yang dilarang oleh
Allah serta membawa kerugian bagi sesama manusia serta
mengakibat kerusakan dan kebinasaan masyarakat. Mereka diajak
agar berlaku adil dan jujur terhadap diri sendiri dan terutama
terhadap orang lain, meninggalkan perkhianat dan kezaliman
serta perbuatan curang dalam hubungan dagang, perampasan hak
milik seseorang dan penindasan terhadap orang-orang yang lemah
dan miskin.

Diingatkan oleh Nabi Syu'aib akan nikmat Allah dan kurniaanNya
yang telah memberi mereka tanah subur serta sarana-sarana
kemakmuran yang berlimpah-limpah dengan pertumbuhan jumlah
penduduk dan anak cucu yang pesat. Semuanya itu menurut seruan
Nabi Syu'aib, patut diimbangi dengan rasa bersyukur dan
bersembah kepada Allah Maha Pencipta yang akan melipat
gandakan nikmat dan kurniaNya kepada orang-orang yang beriman
dan bersyukur.

Diingatkan pula Nabi Syu'aib bahwa mereka tidak mahu sedar dan
kembali kepada jalan yang benar mengikuti ajaran dan perintah
Allah yang dibawanya, nescaya Allah akan mencabut nikmat dan
kurniaNya kepada mereka, bahkan akan menurunkan azabnya atas
mereka di dunia selain seksa dari azab yang menanti mereka
kelak di akhirat bila di bangkitkan kembali dari kubur.

Kepada mereka Nabi Syu'aib dikisahkan seksa dan azab yang
diturunkan oleh Allah terhadap kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh
dan paling dekat kaum Luth yang kesemua telah menderita dan
menjadi binasa akibat kekafiran, keangkuhan dan keengganan
mereka mengikuti ajaran serta tuntutan nabi-nabi yang diutus
Allah kepada Mereka. Diingatkan oleh Nabi Syu'aib agar mereka
beriktibar dan ingat bahwa mereka akan mengalami nasib yang
telah dialami oleh kaum-kaum itu jika mereka tetap melakukan
persembahan yang bathil serta tetap melakukan perbuatan-
perbuatan yang buruk dan jahat.

Dakwah dan ajakan Nabi Syu'aib disambut oleh mereka terutama
penguasa, pembesar serta orang-orang kaya dengan ejekan dan
olok-olok. Mereka berkata, " Adakah kerana solatmu, engkau
memerintahkan kami menyembah selain apa yang telah kami sembah
sepanjang hayat kami. Persembahan mana pula telah dilakukan
oleh nenek moyang kami dan diwariskan kepada kami. Dan apakah
juga karena solatmu engkau menganjurkan kami meninggalkan
cara-cara hidup sehari-hari yang nyata telah membawa
kemakmuran dan kebahagian bagi kami bahkan sudah menjadi adat
istiadat kami turun temurun.

Sungguh kami tidak mengerti apa tujuanmu dan apa maksudmu
dengan ajaran-ajaran baru yang engkau bawa kepada kami.
Sungguh kami menyaksikan kesempurnaan akalmu dan keberesan
otakmu !"

Ejekan dan olok-olok mereka didengar dan diterima oleh Syu'aib
dengan kesabaran dan kelapangan dada. Ia sesekali tidak
menyambut kata-kata kasar mereka dengan marah atau membalasnya
dengan kata-kata yang kasar pula. Ia bahkan makin bersikap
lemah lembut dalam dakwahnya dengan menggugah hati nurani dan
akal mereka supaya memikirkan dan merenungkan apa yang
dikatakan dan dinasihatkan kepada mereka.

Dan sesekali ia menonjolkan hubungan darah dan kekeluargaannya
dengan mereka, sebagai jaminan bahwa ia menghendaki perbaikan
bagi hidup mereka di dunia dan akhirat dan bukan sebaliknya.
Ia tidak mengharapkan sesuatu balas jasa atas usaha dakwahnya.
Ia tidak pula memerlukan kedudukan atau menginginkan
kehormatan bagi dirinya dari kaumnya.

Ia akan cukup merasa puas jika kaumnya kembali kepada jalan
Allah, masyarakatnya akan menjadi masyarakat yang bersih dari
segala kemaksiatan dan adat-istiadat yang buruk. Ia akan
menerima upahnya dari Allah yang telah mengutuskannya sebagai
rasul yang dibebani amanat untuk menyampaikan risalahNya
kepada kaumnya sendiri.

Kaum Syu'aib akhirnya merasa jengkel dan jemu melihat Nabi
Syu'aib tidak henti-hentinya berdakwah bertabligh pada setiap
kesempatan dan di mana saja ia menemui orang berkumpul.
Penghinaan dan ancaman dilontar kepada Nabi Syu'aib dan para
pengikutnya akan diusir dan akan dikeluarkan dari Madyan jika
mereka tidak mahu menghentikan dakwahnya atau tidak mahu
mengikuti agama dan cara-cara hidup mereka.

Berkata mereka kepada Nabi Syu'aib dengan nada mengejek,
" Kami tidak mengerti apa yang kamu katakan. Nasihat-nasihatmu
tidak mempunyai tempat di dalam hati dan kalbu kami. Engkau
adalah seorang yang lemah fizikalnya, rendah kedudukan dalam
pengaulan maka tidak mungkin engkau dapat mempengaruhi atau
memimpin kami yang berfizikal lebih kuat dan berkedudukan yang
lebih tinggi daripadamu.

Cuba tidak kerana kerabatmu yang kami segani dan hormati,
nescaya engkau telah kami rejam dan sisihkan dari pengaulan
kami."

Nabi Syu'aib menjawab, " Aku tidak akan hentikan dakwahku
kepada risalah Allah yang telah diamanahkan kepadaku dan
janganlah kamu mengharapkan bahwa aku mahupun para pengikutku
akan kembali mengikuti agamamu dan adat-istiadatmu setelah
Allah memberi hidayahnya kepada kami. Pelindungku adalah Allah
Yang Maha Berkuasa dan bukan sanak kerabatku, Dialah yang
memberi tugas kepadaku dan Dia pula akan melindungiku dari
segala gangguan dan ancaman. Adakah sanak saudaraku yang
engkau lebih segani daripada Allah yang Maha Berkuasa ?"

Sejak berdakwah dan bertabligh menyampaikan risalah Allah
kepada kaum Madyan, Nabi Syu'aib berhasil menyedarkan hanya
sebahagian kecil dari kaumnya, sedang bahagian yang terbesar
masih tertutup hatinya bagi cahaya iman dan tauhid yang
diajar oleh beliau. Mereka tetap berkeras kepala
mempertahankan tradisi, adat-istiadat dan agama yang mereka
warisi dari nenek moyang mereka.

Itulah alasan mereka satu-satunya yang mereka kemukakan untuk
menolak ajaran Nabi Syu'aib dan itulah benteng mereka satu-
satunya tempat mereka berlindung dari serangan Nabi Syu'aib
atas persembahan mereka yang bathil dan adat pengaulan mereka
yang mungkar dan sesat. Di samping itu jika mereka sudah
merasa tidak berdaya menghadapi keterangan-keterangan Nabi
Syu'aib yang didukung dengan dahlil dan bukti yang nyata
kebenaran, mereka lalu melemparkan tuduhan-tuduhan kosong
seolah-olah Nabi adalah tukang sihir dan ahli sulap yang
ulung.

Mereka telah berani menentang Nabi Syu'aib untuk membuktikan
kebenaran risalahnya dengan mendatangkan bencana dari Allah
yang ia sembah dan menganjurkan orang menyembahNya pula.

Mendengar tentangan kaumnya yang menandakan hati mereka telah
tertutup rapat-rapat bagi sinar agama dan wahyu yang ia bawa
dan bahwa tiada harapan lagi akan menarik mereka ke jalan yang
lurus serta mengangkat mereka dari lembah syirik dan
kemaksiatan serta pergaulan buruk, maka bermohonlah Nabi
Syu'aib kepada Allah agak menurunkan azab seksanya kepada kaum
Madyan bahwa wujudNya menentang kekuasaanNya untuk menjadi
ibrah dan peringatan bagi generasi-generasi yang mendatang.

Allah Yang Maha berkuasa berkenan menerima permohonan dan doa
Syu'aib, maka diturunkanlah lebih dahulu di atas mereka hawa
udara yang sangat panas yang mengeringkan kerongkongan karena
dahaga yang tidak dapat dihilangkan dengan air dan membakar
kulit yang tidak dapat diubati dengan berteduh di bawah atap
rumah atau pohon-pohon.

Di dalam keadaan mereka yang sedang bingung, panik berlari-
lari ke sana ke mari, mencari perlindungan dari terik panasnya
matahari yang membakar kulit dan dari rasa dahaga karena
keringnya kerongkong tiba-tiba terlihat di atas kepala mereka
gumpalan awan hitam yang tebal, lalu berlarilah mereka ingin
berteduh dibawahnya. Namun setelah mereka berada di bawah awan
hitam itu seraya berdesak-desak dan berjejal-jejal, jatuhlah
ke atas kepala mereka percikan api dari jurusan awan hitam itu
diiringi oleh suara petir dan gemuruh ledakan dahsyat
sementara bumi di bawah mereka bergoyang dengan kuatnya
menjadikan mereka berjatuhan, tertimbun satu di bawah yang
lain dan melayanglah jiwa mereka dengan serta-merta.

Nabi Syu'aib merasa sedih atas kejadian yang menimpa kaumnya
dan berkata kepada para pengikutnya yang telah beriman, " Aku
telah sampaikan kepada mereka risalah Allah, menasihati dan
mengajak mereka agar meninggalkan perbuatan-perbuatan mungkar
serta persembahan bathil mereka dan aku telah memperingatkan
mereka akan datangnya seksaan Allah bila mereka tetap berkeras
hati, menutup telinga mereka terhadap suara kebenaran ajaran-
ajaran Allah yang aku bawa, namun mereka tidak menghiraukan
nasihatku dan tidak mempercayai peringatanku. Karenanya tidak
patutlah aku bersedih hati atas terjadinya bencana yang telah
membinasakan kaumku yang kafir itu."

Kisah Nabi Syu'aib dikisahkan oleh Al Quran dalam 39 ayat pada
4 surah, di antaranya surah " Asy Syu'ra." ayat 176 sehingga
191 sebagai berikut,

" 176@ Kaum Aikah telah mendustakan rasul-rasul. 177@ Ketika
Syu'aib berkata kepada mereka, " Mengapa kamu tidak
bertakwa ?"

178@ Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan.

179@ Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

180@ Dan aku sesekali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan
itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

181@ Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-
orang yang merugikan.

182@ Dan timbanglah dengan timbang yang lurus.

183@ Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan
janganlah kamu bermaharajalela di bumi dengan membuat
kerusakan.

184@ Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu
dan umat-umat yang terdahulu.

185@ Mereka berkata, " Sesungguhnya kamu adalah seorang
daripada orang-orang yang kena sihir.

186@ Dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti
kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar
termasuk orang-orang yang berdusta.

187@ Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit jika kamu
termasuk orang-orang yang benar.

188@ Syu'aib berkata, " Tuhanku lebih mengetahui apa yang
engkau kerjakan."

189@ Kemudian mereka mendustakan Syu'aib lalu mereka ditimpa
azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda {kekuasaan Allah}
tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

191@ Dan TUhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Penyayang." {Surah Asy Syu'ra: 176-191}

Surah " Hud." ayat 84 sehingga ayat 95 sebagai berikut,

" 84@ Dan kepada {penduduk} Madyan {Kami utus} saudara mereka
Syu'aib. Ia berkata, " Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali
tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi
sukatan dan timbangan sesungguhnya aku melihat kamu dalam
keadaan yang baik {mampu} dan sesungguhnya aku khuatir
terhadapmu akan azab hari yang membinasakan {kiamat}.

85@ Dan Syu'aib berkata, " Hai kaumku, cukupkanlah sukatan dan
timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia
terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan
di muka bumi dengan membuat kerusakan.

86@ Sisa {keuntungan dari Allah adalah lebih baik bagimu jika
kamu adalah orang-orang yang beriman}. Dan aku bukanlah
seorang penjaga atas dirimu."

87@ Mereka berkata, " Hai Syu'aib apakah sembahyangmu menyuruh
kami agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapa-bapa
kami atau melarang kami membuat apa yang kami kehendaki
tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat
penyantun lagi berakal."

88@ Syu'aib berkata, " Hai kaumku, bagaimana fikiranmu jika
aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan anugerahiNya
aku daripadaNya rezeki yang baik {patutlah aku menyalahi
perintahNya?}, Dan aku tidak mahu menyalahi kamu {dengan
mengerjakan} apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak
bermaksud kecuali {mendatangkan} kebaikan selama aku masih
bersanggupan. Dan tidak apa taufik bagiku melainkan dengan
{pertolongan} Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan
hanya kepadaNyalah aku kembali.

89@ Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara ku
{dengan kamu} menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu
ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau
kaum Saleh sedang kaum Luth tidak {pula} jauh
{tempatnya/masanya} dari kamu.

90@ Dan mohonlah ampun daripada Tuhanmu kemudian bertaubatlah
kepadaNya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha
Pengasih."

91@ Mereka berkata, " Hai Syu'aib ? Kami tidak banyak
mengetahui tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya
kami benar-benar melihat kamu adalah seorang yang lemah
di antara kami kalaulah tidak karena keluargamu tentulah kami
akan merejam kamu sedang kamu pun bukanlah seorang yang
berwibawa di sisi kami."

92@ Syu'aib menjawab, " Hai kaumku ! Apakah keluargaku lebih
terhormat menurut pandanganmu daripada Allah sedang Allah kamu
jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu ? Sesungguhnya
{pengetahuan} Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan."

93@ Dan {dia berkata}, " Hai kaumku ! Perbuatlah menurut
kemampuanmu sesungguhnya aku pun berbuat {pula}. Kelak kamu
akan mengetahui siapa yang akan kedatangan azab yang
menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab
{Tuhan}. Sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu."

94@ Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan
orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat
dari Kami dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh suatu
suara yang mengguntur lalu jadilah mereka mati bergelimpangan
di rumahnya.

95@ Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu.
Ingatlah kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum
Tsamud telah binasa." {Surah Hud: 84-95}

Surah " Al A'raaf." ayat 85 sehingga 93 sebagai berikut,

" 85@ Dan {Kami telah mengutuskan} kepada penduduk Madyan
saudara mereka Syu'aib. Ia berkata, " Hai kaumku ! sembahlah
Allah, sesekali tiada Tuhan bagimu selainNya. Sesungguhnya
telah datang kepadaku bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka
sempurnakanlah sukatan dan timbangan dan janganlah kamu
kurangkan bagi manusia barang-barang sukatan dan timbangannya,
dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah
Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika
betul-betul kamu orang yang beriman."

86@ Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan
menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari
jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi
bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah
sedikit, kemudian di perbanyak {oleh Allah}. Maka
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat
kerusakan.

87@ Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang
aku diutus untuk menyampaikannya dan ada pula segolongan yang
tidak beriman, maka bersabarlah sehingga Allah menetapkan
hukumanNya di antara kita dan Dia adalah Hakim yang sebaik-
baiknya.

88@ Pemuka-pemuka daripada kaum Syu'aib yang menyombongkan
diri berkata, " Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai
Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami
atau kamu kembali kepada agama kami." Berkata Syu'aib, " Dan
apakah {kamu akan mengusir kami}, meski pun kami tidak
menyukainya ?"

89@ Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap
Allah, jika kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan
kami daripadanya, Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya,
kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendakinya. Pengetahuan
Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami
bertawakkal. " Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami
dan kaum kami dengan hak {adil} dan Engkaulah Pemberi
keputusan yang sebaik-baiknya."

90@ Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata {kepada
sesamanya}, " Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu
kamu jika berbuat demikian {menjadi} orang-orang yang merugi."

91@ Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-
mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.

92@ {iaitu} Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah
mereka belum pernah berdiam di kota itu, orang-orang yang
mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang rugi.

93@ Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata, " Hai
kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-
amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka
bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang
kafir." {Surah Al A'raf: 85-93}

Dan surah " Al Hijr." ayat 78 sehingga 79 sebagai berikut,

" 78@ Dan sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar kaum
yang zalim.

79@ Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua kota
itu {Aikah dan Sadum kota kaum Luth} benar-benar terletak
di jalan umum yang terang." {Surah Al Hijr: 78-79}

*** Nabi Syuaib a.s.

Nabi Syuaib a.s. merupakan keturunan Nabi Luth a.s. daripada
pihak anak perempuannya. Beliau diutuskan oleh Allah s.w.t.
ke negeri Madyan, lalu dibinasakan, seterusnya berhijrah
ke negeri Aikah, lalu dibinasakan, lalu berhijrah pula
ke negeri yang lebih aman.

Allah Yang Maha Kuasa berkenan menerima permohonan dan doa
Syuaib. Maka diturunkanlah dahulu ke atas mereka udara yang
sangat panas lalu mengeringkan kerongkong kerana dahaga yang
tidak dapat dihilangkan dengan air dan membakar kulit yang
tidak dapat diubati walaupun berteduh di bawah atap rumah
serta pepohonan.

Ketika berada di dalam kebingungan, panik dan berlari ke sana
kemari, mencari perlindungan daripada terik panasnya mentari
yang membakar kulit dan rasa dahaga. Tiba-tiba terlihat
di atas kepala mereka gumpalan awan hitam yang tebal. Kesemua
mereka lari bertempiaran dengan harapan ingin berteduh
di bawahnya. Namun ketika berada di bawah gumpalan awan hitam
itu dalam keadaan berdesak-desakan, jatuhlah ke atas kepala
mereka percikan api dari jurusan awan hitam, diiringi suara
ledakan petir dan guruh yang dahsyat. Sementara itu, bumi
di bawah mereka bergoyang sekuatnya menjadikan mereka jatuh,
tertimbun di antara satu sama lain dan melayanglah jiwa mereka
dengan serta merta.

Nabi Syuaib diutuskan Allah menjadi Rasul di negeri Madyan.
Kaumnya membangkang dan tidak suka mengikuti seruannya. Allah
menurunkan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat
dan menghancurkan negeri mereka.

Lalu Nabi Syuaib berhijrah ke negeri Aikah, dan mendapati
penduduk di sana tetap sama seperti masyarakat Madyan. Allah
menurunkan azab kepada mereka berupa panas terik dan awan
hitam yang tebal (zhullah) dan membakar mereka sehingga
menjadi abu yang berterbangan.
posted from Bloggeroid

Saturday, 6 June 2015

Ika Putri_Aku Perawan [Lirik+Chord]...^^..

Ika Putri_Aku Perawan [Lirik+Chord]...^^..



Intro: F#m G A (4x)

F#m G A
Kawan kita bergandengan
F#m G A
Namun kita tak sejalan
F#m G A
Kawan kita berlarian
F#m G A
Namun tak satu tujuan

Reff:

F#5 G5-A5
Woo..oo.oo aku perawan
F#5 G5-A5
Woo..oo.oo ku tak sejaman
F#5 G5-A5
Woo..oo.oo aku perawan
F#5 G5-A5
Woo..oo.oo..

F#m G A (2x)

F#m G A
Apa aku membosankan
F#m G A
Karena tak sealiran
F#m G A
Apa aku tak tau aturan
F#m G A
Karena tak ikut-ikutan

Back to Reff

D5 B5 F#5
Biar aja orang bilang
G5
Aku ketinggalan
D5 B5
Kesucian bagiku penting
F#5 G5
Untuk di pertahankan
D5 B5
Dan akuu yakin Tuhan
F#5 C5
Kan berikan aku tempat
yang terindah…

F#m G A (2x)

F#m G A
Ku masih ingin berkawan
F#m G A
Meski dunia kita berbeda
F#m G A
Ku pilih jalanku sendiri
F#m G A
Dengan bangga ku bawa diri

A5 C5 (4x)

Fatin Shidgia Labis_Aku Memilih Setia..



Self Naive Opinions...

* Kesucian Diri harusnya diPertahankan, sebagaimana letakkan
keutamaan Iman dan Akal mengatasi Hawa Nafsu. Agar diri kita
diKurniakan dan diAnugerahi Tuhan (Allah) seorang pendamping
diri yang Suci terPelihara dari anasir-anasir luar. Itu yang Luar
Biasa, BerHikmah, BerSyariat, Cintakan Ilmu Tauhid(Ketuhanan).
Menekan dan menYerapkan Tarbiah Islam dalam keluarganya.

Letakkan kecintaanmu kepada Tuhanmu (Allah) lebih Tinggi dari
keinginan kamu sendiri. Agar penyambung SyariatNya dipilih
dari SisiNya. Dari kalangan Rahib-rahib Kitab yang Suci dan
terPelihara, yang percaya adanya, Tuhan (Allah) yang Satu.
Dari ikatan Kemiskinan Diri kepada Kekayaan Jiwa, RedhaNya.*
Tuhan juga takkan Bagi kesayanganNya kat Orang-Orang Jahat...




Tapi kan... kemana tumpahnya Kuah kalau tak ke Nasik, selidiki
dahulu kehidupan Orang Tuanya, begitulah Corak Kehidupan
keluarga yang bakal kamu Miliki di masa Hadapan. (Lakonan
pun Ada, akhirnya penYesalan tak berPenghujung). Tanyakan
orang yang Arif tentang hal-hal Keluarga mereka (Jika kamu
seorang yang Bijaksana) "(Solehah itu DiUtamakan)+++ ...

LateGirlFriendz, Tuhan mengambil Dia terlalu Muda.
Mungkinkah sebab-sebab Doaku, agar diKurniakan Syurga
buatnya ? Agar tidak terkena Fitnah Dunia dan desakan Adat.
Dia Suci dan terPelihara dari Noda Dunia. seMoganya Syurga...



Apabila kita nilai suasana semasa dan perbicaraan serta
pendapat majoriti umat kini. Dapat disimpulkan dari pandangan
orang alim bahawa, pintu taubat tertutup kerana manusia
sendiri menutupnya kerana tidak mahu meninggalkan penyembahan
materialisme. Kesan dari cengkaman sistem kehidupan dalam
tamadun kebendaan barat yahudi nasoro. Kebiasaan Budaya baru.

Kita masih lagi sayang akan semua Sistem Buatan Manusia ini
samada pendidikan, sosial, politik, pakaian, undang-undang,
peraturan, warganegara, visa dan passport, forex, pinjaman,
pajakgadai, perbankan, jualbeli secara hutang dan lain-
lainnya, kita tak mahu langsung menguburkannya dan kembali
kepada sistem tamadun Sunnah sebagaimana ditulis oleh Allah
dalam ayat Al Quran serta diperjelas oleh Hadith Nabi.
posted from Bloggeroid

Sekilas Pemahaman Sihir Dan Jin...^^..

Sekilas Pemahaman Sihir Dan Jin...^^..

Jangan terlalu menyalahkan pada unsur Sihir, sebenarnya Allah
membenarkan Sihir itu terjadi. Orang Jahat menggunakan Dukun,
Dukun@Bomoh menggunakan Jin Kafir (bagi melakukan kejahatan
berbentuk mencerai-beraikan hubungan suami-isteri, mencipta
suatu penyakit pada mangsa, juga melakukan gangguan mental
(kerasukan jin) pada mangsa.

Mangsa yang Jahil dalam beragama meminta Dukun mengubati
penyakit, Dukun juga menceritakan berita si Fulan yang
melakukan Sihir. Jika si mangsa juga dari orang jahat, mereka
saling membalas dendam menggunakan benda Ghaib. Jika si mangsa
tidak membalas, mangsa yang Jahil itu menyerah pada takdir,
dan kemudian Mati dalam pendirian " Aku terkena buatan Orang
Jahat."

Mangsa mati dalam keadaan Syirik, kerana tidak lagi berharap
pada kekuasaan tuhan (Allah) yang berupaya menyembuhkan
sesuatu dalam sekelip mata. Allah pun benci kepadanya, kerana
terlalu bergantung kepada pandangan Manusia, Adat dan Dunia
buatan mereka semata-mata (mereka itu jahil dalam beragama).

Sehingga dia terlupa, hidup mati seseorang bukannya terletak
pada tangan orang Jahat, tetapi di tangan tuhan (Allah), ianya
cuma ditulis sebagai punca dan penyebab kepada Kematian. Nabi
Muhammad dan para sahabat Nabi semuanya, ada mati berpunca
dari peperangan, mati terkena penyakit, di bunuh pihak musuh.
Bahkan (Husein bin Ali) cucu Nabi sendiri di bunuh dengan
kejam, dipenggal kepalanya oleh Ubaidillah bin Ziyad (di bawah
penguasaan khalifah Muamiyah) dan Imam Abu Hanifah juga mati
akibat diracun musuh. semuanya sudah tertulis rapi oleh Allah.

Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah,

101@ Dan apabila datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi
Allah (Nabi Muhammad s.a.w), yang mengesahkan apa yang ada
pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang telah diberikan
Kitab itu melemparkan Kitab Allah (Taurat dan Injil mereka)
ke belakang mereka, seolah-olah mereka tidak mengetahui
(kebenarannya).

102@ Mereka (membelakangkan Kitab Allah) dan mengikut ajaran-
ajaran sihir yang dibacakan oleh puak-puak Syaitan dalam masa
pemerintahan Nabi Sulaiman, padahal Nabi Sulaiman tidak
mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran itu, akan tetapi
puak-puak Syaitan itulah yang kafir (dengan amalan sihirnya),
kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa
yang diturunkan kepada dua malaikat, Harut dan Marut,
di negeri Babil (Babylon), sedang mereka berdua tidak mengajar
seseorang pun melainkan setelah mereka menasihatinya dengan
berkata, “ Sesungguhnya kami ini hanyalah cubaan (untuk
menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau menjadi kafir
(dengan mempelajarinya).”. Dalam pada itu ada juga orang-orang
mempelajari dari mereka berdua, ilmu sihir yang boleh
menceraikan antara seorang suami dengan isterinya, padahal
mereka tidak akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau
membahayakan) dengan sihir itu seseorang pun melainkan dengan
izin Allah. Dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang
hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada
mereka. Dan demi sesungguhnya mereka (kaum Yahudi itu)
telahpun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu
tidaklah lagi mendapat bahagian yang baik di akhirat. Demi
sesungguhnya amat buruknya apa yang mereka pilih untuk diri
mereka, kalaulah mereka mengetahui.

103@ Dan kalau sebenarnya mereka itu tetap beriman dan
bertaqwa (nescaya mereka akan mendapat pahala), sesungguhnya
pahala dari sisi Allah itu adalah lebih baik, kalau mereka
mengetahui.

Menurut konsep Ying dan Yang dalam kepercayaan China (setiap
penciptaan Tuhan adanya Baik dan Buruk, juga balasan Dunia dan
Akhirat). Contohnya ada Malaikat (Ketaatan) dan Syaitan (Tidak
suka Patuh, ikut Hawa Nafsu dan Ego pada diri sendiri), ada
Kaum Jin Muslim dan Jin Kafir, ada Manusia Muslim Baik dan
Muslim Jahat, ada Manusia Kafir Baik dan Kafir Jahat.

Semuanya ada fungsi dan peranan masing-masing agar dunia
nampak menarik dan hidup, mereka juga diberi keBebasan untuk
memilih sepuas-puas hati mereka. Tapi bukan bermaksud tuhan
membiarkan semua kerosakan berlaku di muka bumi, tetapi tuhan
membekalkan satu peraturan dan undang-undang buatanNya (warkah
peringatan, Al Quran sebagai jalan petunjuk bagi manusia yang
suka berfikir dan mahu beriman) yang memberi Jaminan,
KeTenangan dan keBahagiaan, walaupun hambanya Miskin di Dunia.

Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah,

2@ Kitab Al Quran ini, tidak ada keraguan padanya (tentang
datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya), ianya pula
menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa,

3@ Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang
ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang (solat) serta
membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami
berikan kepada mereka.

4@ Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab “ Al Quran”
yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab
(Taurat, Zabur, Injil dan suhuf-suhuf Nabi) yang diturunkan
dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari
akhirat (dengan sepenuhnya).

5@ Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan
mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung (permohonan
diterima setelah diusahakannya).

Harta benda mereka jika tidak diurus dengan baik, akan menjadi
Beban dan penyebab ke Neraka, Harta benda mereka mengadap
tuan-tuan mereka di dunia untuk dipertanggungjawabkan di hari
hisab, " Ya Allah, aku disimpan tuanku ini (tamak, takut
miskin dan dijadikan perhiasan), dan tidak digunakan untuk
keperluan (pendidikan, keperluan anak-anak dan fakir miskin)."

Allah berfirman dalam Surah At Takaathur,

1@ Perbuatan bermegah-megah dan berlumba-lumba (mendapat
dengan sebanyak-banyaknya harta benda, anak-pinak, pangkat dan
pengaruh) telah melalaikan kamu (daripada mengerjakan amal
bakti),

2@ Sehingga kamu masuk ke dalam kubur.

3@ Jangan sekali-kali (bersikap demikian) ! Kamu akan
mengetahui kelak (akibat perbuatanmu itu semasa hendak mati) !

4@ Sekali lagi (diingatkan), jangan sekali-kali (kamu bersikap
demikian), Kamu akan mengetahui (kelak akibatnya yang buruk
pada hari kiamat) !

5@ Demi sesungguhnya ! Kalaulah kamu mengetahui (apa yang kamu
akan hadapi) dengan pengetahuan yang yakin, (tentulah kamu
akan mengerjakan perkara-perkara yang menjadi bekalan kamu
untuk hari akhirat).

8@ Sesungguhnya kamu akan ditanya pada hari itu, tentang
segala nikmat (yang kamu telah menikmatinya di dunia) !

Allah berfirman dalam Surah Al Ma’un,

1@ Tahukah engkau, orang yang mendustakan agama (meliputi hari
pembalasan)?

2@ Orang itu ialah yang menindas serta berlaku zalim kepada
anak yatim,

3@ Dan tidak menganjurkan untuk memberi makanan yang berhak
diterima kepada orang miskin.

Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah,

21@ Wahai sekalian manusia ! Beribadatlah kepada Tuhan kamu
yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu
daripada kamu, supaya kamu (menjadi orang-orang yang)
bertaqwa.

22@ Dialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai
hamparan, dan langit (serta segala isinya) sebagai bangunan
(yang dibina dengan kukuhnya), dan diturunkanNya air hujan
dari langit, lalu dikeluarkanNya dengan air hujan itu
berjenis-jenis buah-buahan yang menjadi rezeki bagi kamu, maka
janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal
kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha
Esa).

23@ Dan kalau kamu ada meragui (menaruh syak) tentang apa yang
Kami turunkan (wahyukan, Al Quran) kepada hamba kami
(Muhammad), maka cubalah buat, dan datangkanlah satu surah
yang sebanding dengan Al Quran itu, dan panggillah orang-orang
yang kamu percaya boleh menolong kamu selain dari Allah, jika
betul kamu orang-orang yang benar.

24@ Maka kalau kamu tidak dapat membuatnya, dan sudah tentu
kamu tidak dapat membuatnya, maka peliharalah diri kamu dari
api neraka yang bahan-bahan bakarannya, manusia dan batu-batu
(berhala), (iaitu neraka) yang disediakan untuk orang-orang
kafir.

25@ Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang beriman
dan beramal soleh, sesungguhnya mereka beroleh syurga yang
mengalir di bawahnya beberapa sungai, tiap-tiap kali mereka
diberikan satu pemberian dari sejenis buah-buahan syurga itu,
mereka berkata, “ Inilah yang telah diberikan kepada kami
dahulu”, dan mereka diberikan rezeki itu yang sama rupanya
(tetapi berlainan hakikatnya), dan disediakan untuk mereka
dalam syurga itu pasangan-pasangan, isteri-isteri yang
sentiasa bersih suci, sedang mereka pula kekal di dalamnya
selama-lamanya.

Kesenangan Dunia ini milik orang Kafir, Kesenangan Akhirat itu
milik orang Muslim. Janganlah kesenangan mereka, menarik hati
kamu, kerana tuhan mahu berlaku Adil, tuhan membalas Kebaikan
orang Kafir yang Baik di Dunia, mereka di beri kenikmatan
Dunia dan tiadalah kenikmatan di Akhirat buat mereka. Mereka
kekal di perkampungan Neraka, kecualilah telah tertuliskan
di Arsy (Lauh Manfuz), ditakdirkan Tuhan akan memberi hidayah
keIslaman kepada mereka. Tuhan (Allah) itu sebaik-baik dalam
pengurusanNya, dan sebenar-benar Adil dalam penguasaan dan
pentadbiranNya.

Hadith, daripada Anas bin Malik berkata,

" Saya masuk menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
dan beliau sedang berbaring miring di atas tikar pandan kecil
yang bersulam, dan di bawah kepalanya bantal dari kulit
berisikan rumput kering. Lalu beberapa orang dari sahabatnya
datang di antaranya adalah Umar bin Khaththab, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun bangkit menggeser tubuhnya
yang sedang terbuka bajunya.

Umar bin Khaththab tak sanggup menahan tangisnya ketika
melihat bentuk sulaman tikar yang membekas di tubuh bagian
samping Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya, " Mengapa engkau
menangis, wahai Umar ?"

Umar menjawab, " Demi Allah, saya tidak menangis kecuali tahu
bahwa engkau lebih Allah muliakan daripada Kisra dan Qaishr.
Mereka hidup dalam kesenangan, sementara engkau, Rasulullah,
di tempat yang saya lihat ?"

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, " Apakah
engkau tidak rela dunia menjadi milik mereka dan akhirat untuk
kita ?" Umar menjawab, " Ya, aku rela." Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda, " Begitulah yang benar."

Allah berfirman dalam Surah Al An’aam, ayat,

31@ Sesungguhnya telah rugilah orang-orang yang mendustakan
pertemuan mengadap Allah, sehingga apabila hari kiamat datang
secara mengejut kepada mereka, mereka berkata, " Aduhai
kesalnya kami atas apa yang telah kami cuaikan dalam dunia !"
Sambil mereka memikul dosa-dosa mereka di atas belakang
mereka. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.

32@ Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan
yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan, dan demi
sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang
yang bertaqwa. Oleh itu, tidakkah kamu mahu berfikir ?

33@ Sesungguhnya Kami mengetahui bahawa apa yang mereka
katakan itu akan menyebabkan engkau (wahai Muhammad)
berdukacita, (maka janganlah engkau berdukacita) kerana
sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang yang
zalim itu mengingkari ayat-ayat keterangan Allah (disebabkan
kedegilan mereka semata-mata).

38@ Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi, dan
tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya,
melainkan mereka umat-umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan
sesuatu pun di dalam kitab Al Quran ini, kemudian mereka
semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka (untuk dihisab
dan menerima balasan).

39@ Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan
Kami, mereka adalah bisu dan tuli, di dalam gelap-gelita.
Sesiapa yang Allah kehendaki, akan disesatkannya (menurut
peraturan tetapNya), dan sesiapa yang Ia kehendaki, akan
dijadikannya atas jalan yang betul lurus.

Golongan Jahat cuma mendapat Kebenaran dari Allah, Jin Kafir
jahat cuba menyesatkan manusia berhati jahat, Jin Muslim
berhati Baik pula, menolong Manusia Muslim dalam sesuatu
perkara kebaikan dan kebajikan. Ada yang menolong dalam
perubatan (melakukan pembedahan Ghaib), menjaga perkebunan
atau harta milikan Manusia Muslim. Malaikat dan Jin bersama
menyeru dan mendoakan Manusia Muslim melakukan kebaikan.

Mereka berdampingan dengan sifat dan sikap Manusia, (bukankah
orang baik, kawannya juga bersikap baik dan pergaulannya
tenang, begitu juga halnya golongan jin, kelompok kegiatan
kejahatan pula selalu suka berkumpul pada benda dosa kejahatan
dan kemaksiatan.)

Lain halnya dengan Jin Kafir, mereka menyesatkan Tuan mereka
dan manusia yang berkeinginan jahat. Mereka menambah lagi
kesyirikan dan kejahilan manusia jahat. Mereka (jin) menambah-
nambah cerita, dan menjalankan rancangan seperti yang diatur.
Mereka menyeru sahabat-sahabat mereka dan bekerjasama
(menjalankan tipu daya) menyesatkan manusia, sebagaimana
mereka hendak menjatuhkan Nabi Ayub dan Nabi Sulaiman (tetapi
Rasul Allah itu mendapat Pemeliharaan dan Bimbingan Allah).

Begitu juga halnya hayat mereka, Allah memanjangkan umur
mereka kerana mereka tidak sempurna, tidak juga memiliki jasad
kekal seperti manusia, cuma berupa asap dan boleh berubah
bentuk. Mereka menguasai Hari Malam, sedangkan Manusia
memiliki Hari Siang. Mereka aktif di malam hari menjalankan
aktiviti harian mereka, sedang Siangnya diciptakan Allah buat
Manusia melakukan kerjanya. Mereka juga melalui jalan yang
berbeza-beza, sama halnya dengan manusia. Ada melalui jalan
lurus, juga ada jalan kejahatan dan dosa.

Ada setengah kaum manusia memakai tangkal dan membuat tatoo
di badan yang dijampi mantera untuk mendapat pertolongan dan
perlindungan dari golongan jin, tapi pertolongan itu hanyalah
pertolongan berupa perlindungan dari ancaman-ancaman daripada
golongan jin-jin lain yang ingin mengancam tuannya.

Mereka (jin) juga gilakan Pangkat, Kedudukan dan Nama, Pangkat
mereka berdasarkan jumlah kerosakan dan bagaimanakah cara-cara
menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Contohnya panglima
perang yang berjaya menghancurkan satu perkampungan Islam akan
di angkat namanya. Sebagaimana kejatuhan (kehancuran) Tamadun
Islam di bumi Sepanyol, Indonesia dan India, yang sebelumnya
negara Islam sepenuhnya, sekarang menjadi negara Kristian dan
negara Bebas. Mereka (jin) juga berkehidupan seperti kita,
tetapi keistimewaan mereka terhad, Allah menghadkan dan Allah
melebihkan manusia sebagai sebaik-baik Makhluk ciptaanNya.

Kebolehan mereka, terbang ke sana-sini, berupaya mencipta
kemudharatan (penyakit) kepada seseorang (memasuki urat darah
manusia dengan mengumpul sel-sel barah). Tambahan lagi jika
manusia itu memakan harta haram dan tidak berkat. Tuhan
(Allah) tidak akan menjaga diri Hambanya yang suka memakan
Harta haram. (Contohnya, mengambil pemberian seseorang yang
diketahui ianya adalah dari Hasil pengAniayaan ke atas rakyat
dan seseorang bersifat jahat.)

Allah berfirman dalam surah Al Jin,

1@ Katakanlah (wahai Muhammad), “ Telah diwahyukan kepadaku,
bahawa sesungguhnya, satu rombongan jin telah mendengar
(Al Quran yang aku bacakan), lalu mereka (menyampaikan hal itu
kepada kaumnya dengan) berkata, " Sesungguhnya kami telah
mendengar Al Quran (sebuah Kitab Suci) yang susunannya dan
kandungannya sungguh menakjubkan !"

2@ " Kitab yang memberi panduan ke jalan yang betul, lalu kami
beriman kepadanya, dan kami tidak sekali-kali akan
mempersekutukan sesuatu makhluk dengan Tuhan kami.

3@ Dan (ketahuilah wahai kaum kami !) Bahawa sesungguhnya,
tertinggilah kebesaran dan keagungan Tuhan kita daripada
beristeri atau beranak."

4@ " Dan (dengan ajaran Al Quran nyatalah) bahawa
sesungguhnya, (ketua) yang kurang akal pertimbangannya dari
kalangan kita telah mengatakan terhadap Allah kata-kata yang
melampaui kebenaran,

5@ " Dan bahawa sesungguhnya (nyatalah kesalahan) kita
menyangka bahawa manusia dan jin tidak sekali-kali akan berani
mengatakan sesuatu yang dusta terhadap Allah.

6@ " Dan bahawa sesungguhnya adalah (amat salah perbuatan)
beberapa orang dari manusia, menjaga dan melindungi dirinya
dengan meminta pertolongan kepada ketua-ketua golongan jin,
kerana dengan permintaan itu mereka menjadikan golongan jin
bertambah sombong dan jahat.

7@ " Dan bahawa sesungguhnya (tidaklah benar) manusia
menyangka sebagaimana yang kamu sangka, bahawa Allah tidak
sekali-kali mengutuskan sebarang Rasul (atau tidak akan
membangkitkan manusia pada hari kiamat).

8@ " Dan bahawa sesungguhnya kami telah berusaha mencari
berita langit, lalu kami dapati langit itu penuh dengan
pengawal-pengawal yang sangat kuat kawalannya, dan (dengan
rejaman-rejaman) api yang menyala.

9@ " Padahal sesungguhnya kami dahulu biasa menduduki tempat-
tempat (perhentian) di langit untuk mendengar (percakapan
penduduknya), maka sekarang sesiapa yang cuba mendengar, akan
mendapati api yang menyala yang menunggu merejamnya.

10@ " Dan bahawa sesungguhnya kami tidak mengetahui adakah
(dengan adanya kawalan langit yang demikian) hendak menimpakan
bala bencana kepada penduduk bumi, atau pun Tuhan mereka
hendak melimpahkan kebaikan kepada mereka ?

11@ " Dan bahawa sesungguhnya (memang maklum) ada di antara
kita golongan yang baik keadaannya, dan ada di antara kita
yang lain dari itu, kita masing-masing adalah menurut jalan
dan cara yang berlainan.

12@ " Dan bahawa sesungguhnya kita (sekarang) mengetahui,
bahawa kita tidak sekali-kali akan dapat melepaskan diri dari
balasan Allah (walau di mana sahaja kita berada) di bumi, dan
kita juga tidak sekali-kali akan dapat melarikan diri dari
balasanNya (walau ke langit sekalipun).

13@ " Dan bahawa sesungguhnya kami, ketika mendengar petunjuk
(Al Quran), kami beriman kepadanya (dengan tidak bertangguh
lagi), kerana sesiapa yang beriman kepada Tuhannya, maka
tidaklah ia akan merasa bimbang menanggung kerugian (mengenai
amalnya yang baik), dan juga tidak akan ditimpakan sebarang
kesusahan.

14@ " Dan bahawa sesungguhnya (dengan datangnya Al Quran,
nyatalah) ada di antara kita golongan yang berugama Islam, dan
ada pula golongan yang (kufur derhaka dengan) menyeleweng dari
jalan yang benar, maka sesiapa yang menurut Islam (dengan
beriman dan taat), maka merekalah golongan yang bersungguh-
sungguh mencari dan menurut jalan yang benar,

15@ " Adapun orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang
benar, maka mereka menjadi bahan bakaran bagi neraka Jahannam.

16@ (Nabi Muhammad diwahyukan menerangkan lagi), " Dan bahawa
sesungguhnya ! Kalaulah mereka (manusia dan jin) itu berjalan
betul di atas jalan (Islam), sudah tentu Kami (akan memberikan
mereka sebab-sebab kemewahan, terutama) menurunkan hujan lebat
kepada mereka.

17@ " (Pemberian yang demikian) untuk Kami menguji (dan
menzahirkan bawaan dan keadaan) mereka dalam menikmati apa
yang Kami berikan itu (adakah mereka bersyukur dan tetap betul
menurut Islam), dan (ingatlah), sesiapa yang berpaling dari
mengingati Tuhannya, (dengan berlaku ingkar dan derhaka, maka)
Tuhan akan memasukkannya ke dalam azab yang memuncak beratnya.

18@ " Dan bahawa sesungguhnya masjid-masjid itu untuk (ibadat
kepada) Allah semata-mata, maka janganlah kamu seru dan sembah
sesiapapun bersama-sama Allah.

19@ " Dan bahawa sesungguhnya, ketika hamba Allah (Nabi
Muhammad) berdiri mengerjakan ibadat kepadaNya, mereka hampir-
hampir menindih satu sama lain mengerumuninya."

20@ Katakanlah (wahai Muhammad), " Sesungguhnya aku hanyalah
beribadat kepada Tuhanku semata-mata, dan aku tidak
mempersekutukanNya dengan sesiapapun."

21@ Katakanlah lagi, " Sesungguhnya aku tidak berkuasa
mendatangkan sebarang mudarat dan tidak juga berkuasa
mendatangkan sebarang kebaikan bagi kamu.

22@ Katakanlah lagi, " Sesungguhnya aku, tidak sekali-kali
akan dapat diberi perlindungan oleh sesiapapun dari (azab)
Allah (jika aku menderhaka kepadaNya), dan aku tidak sekali-
kali akan mendapat tempat perlindungan selain daripadaNya,

23@ " (Aku diberi kuasa) hanya menyampaikan (wahyu) dari Allah
dan perintah-perintahNya (yang ditugaskan kepadaku
menyampaikannya), dan sesiapa yang menderhaka kepada Allah dan
ingkarkan bawaan RasulNya, maka sesungguhnya disediakan
baginya neraka Jahannam, kekallah mereka di dalamnya selama-
lamanya."

24@ (Golongan yang kufur ingkar itu tetap memandang engkau
lemah dan kurang penyokong wahai Muhammad), sehingga apabila
mereka melihat (azab) yang dijanjikan kepada mereka, maka
(pada saat itu) mereka akan mengetahui siapakah orangnya yang
lemah penolong-penolongnya, dan sedikit jumlah bilangannya.

25@ (Kalau ditanya bilakah azab itu ? Maka) katakanlah, " Aku
tidak mengetahui sama ada (azab) yang dijanjikan kepada kamu
itu sudah dekat, atau Tuhanku menentukan bagi kedatangannya
satu tempoh yang lanjut.

26@ " Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka
Ia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahuiNya itu
kepada sesiapapun,

27@ " Melainkan kepada mana-mana Rasul yang di redaiNya (untuk
mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan
tugasnya, apabila Tuhan hendak melakukan yang demikian) maka
Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu malaikat-
malaikat yang menjaga dan mengawasnya (sehingga perkara ghaib
itu selamat sampai kepada yang berkenaan).

28@ " (Tuhan mengadakan malaikat-malaikat itu) supaya Ia
mengetahui bahawa sesungguhnya (dengan jagaan mereka) Rasul-
rasul itu telah menyampaikan perutusan-perutusan Tuhan mereka,
(dengan sempurna), pada hal Ia memang mengetahui dengan
meliputi segala keadaan yang ada pada mereka, serta Ia
menghitung tiap-tiap sesuatu, satu persatu."

Nabi pernah memakan sebiji Kurma dan beberapa kepingan Roti,
hasil keberkatan dan keberkahan dari makanan yang Halal, dapat
memberikan tenaga yang mencukupi untuk menjalani Hari-hari
tersebut.

Adakah mereka buta ? Tuhan berupaya mencipta hujan, dari budak
kepada dewasa, dari ada kepada tiada. Tidak cukupkah bukti
untuk manusia itu berfikir ? Kenapa mereka ada, diwujudkan
untuk hidup ? Bukankah untuk diuji, siapakah yang paling
bertakwa kepada tuhannya, dan untuk menunjukkan tuhan itu
sebenar-benar Adil, telah disediakan balasan buat setiap
amalan hambaNya, tanpa kompromi.

Terdiri dari pemisah dinding Syurga dan dinding Neraka, jika
baik Niat dan Amalan, tentunya Syurga, jika jahat, Dengki,
buruk Niat dan Amalannya, tentu Neraka jawabnya. Kehidupan dan
perkampungan Akhirat itu Kekal dan Adil selama-lamanya, tiada
tersisa penganiayaan, keburukan dan tiada tipu dayanya.

Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah,

27@ (Iaitu) orang-orang yang merombak (mencabuli) perjanjian
Allah sesudah diperteguhkannya, dan memutuskan perkara yang
disuruh Allah supaya diperhubungkan, dan mereka pula membuat
kerosakan dan bencana di muka bumi. Mereka itu ialah orang-
orang yang rugi.

28@ Bagaimana kamu tergamak kufur (mengingkari) Allah padahal
kamu dahulunya mati (belum lahir), kemudian Ia menghidupkan
kamu, setelah itu Ia mematikan kamu, kemudian Ia menghidupkan
kamu pula (pada hari akhirat), akhirnya kamu dikembalikan
kepadaNya (untuk diberi balasan bagi segala yang kamu
kerjakan).

29@ Dia lah (Allah) yang menjadikan untuk kamu segala yang ada
di bumi, kemudian Ia menuju dengan kehendakNya ke arah (bahan-
bahan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit dengan sempurna,
dan Ia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

36@ Setelah itu, Syaitan menggelincirkan (memperdaya) mereka
berdua dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari syurga serta
kenikmatan yang mereka telah perolehi di dalamnya dan Kami
berfirman, “ Turunlah kamu ! Sebahagian dari kamu akan menjadi
musuh kepada sebahagian yang lain dan bagi kamu semua
disediakan tempat kediaman di bumi, serta mendapat kesenangan
hingga ke suatu masa (sampai ajal dan mati kamu)”.

37@ Kemudian Nabi Adam menerima dari Tuhannya beberapa kalimah
(kata-kata pengakuan taubat yang diamalkannya), lalu Allah
menerima taubatnya, sesungguhnya Allah, Dia lah yang Maha
Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani.

38@ Kami berfirman lagi, “ Turunlah kamu semuanya dari syurga
itu ! Kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dariKu
(melalui Rasul-rasul dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada
mereka), maka sesiapa yang mengikuti petunjukKu itu, nescaya
tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap
mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita."

45@ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar
dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu
amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

46@ (Iaitu) mereka yang percaya dengan yakin bahawa mereka
akan menemui Tuhan mereka, dan bahawa mereka akan kembali
kepadaNya.

Nabi Ayub dibenarkan oleh Allah untuk diuji dengan kesakitan
dari hasil kerjasama syaitan dan golongan jin. Menanam serbuk
pelbagai jenis penyakit pada badan Nabi Ayub. Nabi Sulaiman
pula memiliki seluruh kerajaan bumi dan langit (termasuk
golongan jin, haiwan, tumbuhan, semuanya harus harus patuh
pada perintah dan arahan Nabi Sulaiman). Kebolehan Nabi
Sulaiman dapat berkata-kata dengan seluruh makhluk ciptaan
Allah. Terdapat juga, Jin kafir yang tidak berpuas hati dengan
penguasaan Nabi Sulaiman, tetapi setelah Nabi Sulaiman wafat,
mereka kembali bebas melakukan kejahatan di muka bumi.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 3 June 2015

012. Yusuf 001-111, Terjemahan Al Quran...^^.. (Nabi Yusuf)

012. Yusuf 001-111, Terjemahan Al Quran...^^..
(Nabi Yusuf)

BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

1@ Alif, Laam, Raa’. Ini ialah ayat-ayat Kitab Al Quran yang
menyatakan kebenaran.

2@ Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang
dibaca dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal
untuk) memahaminya.

3@ Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) seindah-indah
kisah dengan jalan Kami wahyukan kepadamu Al Quran ini,
padahal sebenarnya engkau sebelum datangnya wahyu itu, adalah
dari orang-orang yang tidak pernah menyedari akan halnya.

4@ (Ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada
bapanya, " Wahai ayahku ! Sesungguhnya aku mimpi melihat
sebelas bintang dan matahari serta bulan, aku melihat mereka
tunduk memberi hormat kepadaku."

5@ Bapanya berkata, " Wahai anakku ! Janganlah engkau
ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, kerana aku khuatir
mereka akan menjalankan sesuatu rancangan jahat terhadapmu.
Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

6@ Dan demikianlah caranya Tuhanmu memilihmu, dan akan
mengajarmu takbir mimpi, serta akan menyempurnakan nikmatNya
kepadamu dan kepada keluarga Yaakub, sebagaimana Ia telah
menyempurnakannya kepada datuk nenekmu dahulu, Ibrahim dan
Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui, lagi Maha
Bijaksana."

7@ Demi sesungguhnya ! (Kisah) Nabi Yusuf dengan saudara-
saudaranya itu mengandungi beberapa pengajaran bagi orang-
orang yang bertanya (tentang hal mereka untuk mengambil
iktibar).

8@ (Kisah itu bermula) ketika saudara-saudara Yusuf berkata
(sesama sendiri), " Sesungguhnya Yusuf dan adiknya, lebih
disayangi oleh bapa kita daripada kita, padahal kita ini satu
kumpulan (yang ramai dan berguna). Sesungguhnya bapa kita
adalah dalam keadaan tidak adil yang nyata."

9@ (Ramai di antara mereka berkata), " Bunuhlah Yusuf atau
buanglah dia ke suatu tempat yang jauh, supaya perhatian dan
kasih sayang bapa kamu tertumpu kepada kamu semata-mata, dan
supaya kamu sesudah itu menjadi orang-orang yang baik dan
berguna."

10@ Salah seorang di antara mereka berkata, " Janganlah kamu
membunuh Yusuf, tetapi buanglah dia ke dalam perigi, supaya ia
dipungut oleh sebahagian dari orang-orang musafir (yang lalu
di situ), kalaulah kamu tetap hendak menjalankan rancangan
kamu itu."

11@ Mereka pun (pergi berjumpa dengan bapa mereka lalu)
berkata, " Wahai ayah kami ! Mengapa ayah tidak percaya kepada
kami tentang Yusuf, padahal sesungguhnya kami sentiasa tulus
ikhlas mengambil berat kepadanya ?"

12@ Biarkan dia pergi bersama-sama kami esok, supaya ia
bersuka ria makan minum dan bermain-main dengan bebasnya, dan
sesungguhnya kami akan menjaganya dengan sebaik-baiknya."

13@ Bapa mereka menjawab, " Permergian kamu membawanya bersama
sangatlah mendukacitakan daku, dan aku pula bimbang ia akan
dimakan oleh serigala, ketika kamu lalai dari mengawalnya."

14@ Mereka berkata, " Kalau dia dimakan oleh serigala, sedang
kami ramai bilangannya, sesungguhnya kami sudah tentu
menjadilah orang-orang yang rugi."

15@ Setelah mereka pergi dengan membawanya bersama dan setelah
mereka sekata hendak melepaskan dia ke dalam perigi, (mereka
pun melakukan yang demikian), dan kami pula ilhamkan
kepadanya, " Sesungguhnya engkau (wahai Yusuf, akan
terselamat, dan) akan memberi tahu mereka tentang hal
perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak sedar (dan tidak
mengingatinya lagi)."

16@ Dan sesudah itu datanglah mereka mendapatkan bapa mereka
pada waktu senja sambil (buat-buat) menangis.

17@ Mereka berkata, " Wahai ayah kami ! Sesungguhnya kami
telah pergi berlumba-lumba berburu dan kami telah tinggalkan
Yusuf menjaga barang-barang kami, lalu ia dimakan oleh
serigala, dan sudah tentu ayah tidak akan percaya kepada kata-
kata kami ini, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar."

18@ Dan (bagi mengesahkan dakwaan itu) mereka pula melumurkan
baju Yusuf dengan darah palsu. Bapa mereka berkata, " Tidak !
Bahkan nafsu kamu memperelokkan kepada kamu suatu perkara
(yang tidak diterima akal). Kalau demikian, bersabarlah aku
dengan sebaik-baiknya, dan Allah jualah yang dipohonkan
pertolonganNya, mengenai apa yang kamu katakan itu."

19@ Dan (semasa Yusuf dalam perigi) datanglah ke tempat itu
satu rombongan (ahli perniagaan) yang sedang dalam perjalanan,
lalu mereka menghantarkan seorang pencari air bagi mereka,
(setelah sampainya ke perigi itu) dia pun menghulurkan
timbanya (dan manakala ia melihat Yusuf bergantung pada
timbanya) ia berseru dengan katanya, " Hai, (ini) sungguh
mengembirakan ! Ini adalah seorang budak lelaki (yang cantik
parasnya)." Serta mereka sembunyikan keadaan Yusuf yang
sebenarnya (untuk dijual) sebagai barang dagangan. Dan Allah
Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.

20@ Dan (setelah berlaku perundingan) mereka menjualnya dengan
harga yang murah, iaitu beberapa dirham sahaja bilangannya,
dan mereka adalah orang-orang yang tidak menghargainya.

21@ Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir), berkatalah
orang yang membeli Yusuf kepada isterinya, " Berilah dia
layanan yang sebaik-baiknya, semoga ia berguna kepada kita,
atau kita jadikan dia anak." Dan demikianlah caranya kami
menetapkan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan
disayangi), dan untuk kami mengajarnya sebahagian dari ilmu
takbir mimpi. Dan Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara
yang telah ditetapkanNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui.

22@ Dan ketika Yusuf sampai ke peringkat umurnya yang sempurna
kekuatannya, Kami beri kepadanya kebijaksanaan serta ilmu
pengetahuan, dan demikianlah kami membalas orang-orang yang
berusaha memperbaiki amalannya.

23@ Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-
sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya, dan perempuan
itupun menutup pintu-pintu serta berkata, " Marilah ke mari,
aku bersedia untukmu." Yusuf menjawab, " Aku berlindung kepada
Allah (dari perbuatan yang keji itu), sesungguhnya Tuhanku
telah memeliharaku dengan sebaik-baiknya, sesungguhnya orang-
orang yang zalim tidak akan berjaya."

24@ Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat
kepadanya, dan Yusuf pula (mungkin timbul) keinginannya kepada
perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari kenyataan Tuhannya
(tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir
Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak
baik dan perbuatan-perbuatan yang keji, kerana sesungguhnya ia
dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.

25@ Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan
itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang, lalu terserempaklah
keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu. Tiba-tiba
perempuan itu berkata (kepada suaminya), " Tidak ada balasan
bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan
dipenjarakan dia atau dikenakan azab yang menyiksanya."

26@ Yusuf pula berkata, " Dialah yang memujukku berkehendakkan
diriku." (Suaminya tercengang mendengarnya) dan seorang dari
keluarga perempuan itu (yang ada bersama-sama) tampil memberi
pendapatnya dengan berkata, " Jika baju Yusuf koyak dari depan
maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari
orang-orang yang dusta."

27@ " Dan jika bajunya koyak dari belakang, maka dustalah
perempuan itu, dan Yusuf adalah dari orang-orang yang benar."

28@ Setelah suaminya melihat baju Yusuf koyak dari belakang,
berkatalah ia, " Sesungguhnya ini adalah dari tipu daya kamu
orang-orang perempuan, sesungguhnya tipu daya kamu amatlah
besar pengaruhnya.

29@ Wahai Yusuf, lupakanlah hal ini. Dan engkau (Wahai
Zulaikha), mintalah ampun bagi dosamu, sesungguhnya engkau
adalah dari orang-orang yang bersalah !"

30@ Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir
(mencaci hal Zulaikha dengan) berkata, " Isteri Al Aziz itu
memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya
cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan
hatinya, sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan
yang nyata."

31@ Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia
pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka,
serta memberi kepada (tiap seorang di antara mereka sebilah
pisau). Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf),
" Keluarlah di hadapan mereka." Maka ketika mereka melihatnya,
mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka
dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata,
" Jauhnya Allah dari kekurangan ! Ini bukanlah seorang
manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia !"

32@ (Zulaikha) berkata, " Inilah orangnya yang kamu tempelak
aku mengenainya ! Sebenarnya aku telah memujuknya
berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh
kepada kesuciannya, dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu
melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan,
dan akan menjadi dari orang-orang yang hina."

33@ Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata,
" Wahai Tuhanku ! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang
perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau
tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan
cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang
tidak mengamalkan ilmunya."

34@ Maka Tuhannya memperkenankan doanya, lalu dijauhkan
daripadanya tipu daya mereka, sesungguhnya Allah jualah yang
Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

35@ Kemudian timbul fikiran bagi suami perempuan itu, serta
orang-orangnya hendak memenjarakan Yusuf sesudah mereka nampak
tanda-tanda (yang menghendaki supaya Yusuf dijauhkan) hingga
ke suatu masa.

36@ Dan masuklah bersama-samanya, ke penjara dua orang khadam
raja. Salah seorang di antaranya (bertanya kepada Yusuf
dengan) berkata, " Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku
memerah anggur." Dan berkata pula yang seorang lagi,
" Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku menjunjung roti
atas kepalaku, yang sebahagiannya dimakan oleh burung."
(Kemudian keduanya berkata), " Terangkanlah kepada kami akan
takbirnya. Sesungguhnya kami memandangmu, dari orang-orang
yang berbuat kebaikan (untuk umum)."

37@ Yusuf menjawab, " (Aku bukan sahaja dapat menerangkan
takbir mimpi kamu itu, bahkan) tidak datang kepada kamu
sesuatu makanan yang diberikan kepada kamu (tiap-tiap hari
dalam penjara), melainkan aku juga dapat memberitahu kepada
kamu akan nama dan jenisnya, sebelum ia dibawa kepada kamu.
Yang demikian itu ialah sebahagian dari apa yang diajarkan
kepadaku oleh Tuhanku. Dengan sebab itu aku meninggalkan ugama
kaum yang tidak beriman kepada Allah serta tidak pula
percayakan hari akhirat."

38@ " Dan aku menurut ugama bapa dan datuk nenekku, Ibrahim
dan Ishak serta Yaakub. Tidaklah sepatutnya kita
mempersekutukan sesuatupun dengan Allah. Mentauhid Allah
(ialah hasil) dari limpah kurnia Allah kepada kita dan kepada
umat manusia. Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur."

39@ " Wahai sahabatku berdua yang sepenjara, memuja dan
menyembah berbilang-bilang tuhan yang bercerai-berai itukah
yang lebih baik atau menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa, lagi
Maha Kuasa ?"

40@ Apa yang kamu sembah, yang lain dari Allah, hanyalah nama-
nama yang kamu menamakannya, kamu dan datuk nenek kamu, Allah
tidak pernah menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya.
Sebenarnya hukum (yang menentukan amal ibadat) hanyalah bagi
Allah. Ia memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan
Dia. Yang demikian itulah Ugama yang betul, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.

41@ " Wahai sahabatku berdua yang sepenjara ! (Takbir mimpi
kamu itu ialah), adapun salah seorang dari kamu, maka ia akan
memberi minum arak kepada tuannya. Ada pun yang seorang lagi,
maka ia akan dipalang, serta burung pula akan makan dari
kepalanya. Telah selesailah (dan tetaplah berlakunya) perkara
yang kamu tanyakan itu”.

42@ Dan berkatalah Yusuf kepada orang yang ia percaya akan
terselamat di antara mereka berdua, " Sebutkanlah perihalku
kepada tuanmu." (Setelah orang itu dibebaskan dari penjara)
maka ia dilupakan oleh syaitan untuk menyebutkan (hal Yusuf)
kepada tuannya. Dengan sebab itu tinggallah Yusuf dalam
penjara beberapa tahun.

43@ Dan (pada suatu hari) raja Mesir berkata, " Sesungguhnya
aku mimpi melihat, tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh
tujuh ekor lembu yang kurus, dan aku melihat tujuh tangkai
(biji-bijian) yang hijau dan tujuh tangkai lagi yang kering.
Wahai ketua-ketua kaum (yang hadir, terangkanlah kepadaku
tentang mimpiku ini, kalau kamu orang yang pandai menafsirkan
mimpi."

44@ Mereka menjawab, " Yang demikian itu ialah mimpi-mimpi
yang bercampur aduk, dan kami bukanlah orang-orang yang
mengetahui mimpi-mimpi (yang sedemikian) itu."

45@ Dan (pada saat itu) berkatalah orang yang terselamat
di antara mereka yang berdua itu, dan yang baharu mengingati
(akan pesanan Yusuf) sesudah berlalu suatu masa yang lanjut,
" Aku akan memberitahu kepada kamu tafsirannya. Oleh itu
hantarkanlah daku pergi (kepada orang yang mengetahui
tafsirannya)."

46@ (Setelah ia berjumpa dengan Yusuf, berkatalah ia),
" Yusuf, Wahai orang yang benar (pada segala-galanya) !
Tafsirkanlah kepada kami (seorang bermimpi melihat), tujuh
ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang
kurus, dan tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau serta tujuh
tangkai lagi yang kering, (tafsirkanlah) supaya aku kembali
kepada orang-orang yang mengutusku itu, semoga mereka dapat
mengetahui tafsirannya."

47@ Yusuf menjawab, " Hendaklah kamu menanam bersungguh-
sungguh tujuh tahun berturut-turut, kemudian apa yang kamu
ketam biarkanlah dia pada tangkai-tangkainya, kecuali sedikit
dari bahagian yang kamu jadikan untuk makan.

48@ Kemudian akan datang selepas tempoh itu, tujuh tahun
kemaraun yang besar, yang akan menghabiskan makanan yang kamu
sediakan baginya, kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan
(untuk dijadikan benih).

49@ " Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang padanya
orang ramai beroleh rahmat hujan, dan padanya mereka dapat
memerah (hasil anggur, zaitun dan sebagainya)."

50@ Dan (apabila mendengar tafsiran itu) berkatalah raja
Mesir, " Bawalah dia kepadaku !" Maka tatkata utusan raja
datang kepada Yusuf (menjemputnya mengadap raja), Yusuf
berkata kepadanya, " Kembalilah kepada tuanmu kemudian
bertanyalah kepadanya, " Apa halnya perempuan-perempuan yang
melukakan tangan mereka ? Sesungguhnya Tuhanku Maha
Mengetahui tipu daya mereka."

51@ (Setelah perempuan-perempuan itu dipanggil), raja bertanya
kepada mereka, " Apahal kamu, semasa kamu memujuk Yusuf
mengenai dirinya ?" Mereka menjawab, " JauhNya Allah dari
segala cacat cela, kami tidak mengetahui sesuatu kejahatan
terhadap Yusuf." Isteri Al Aziz pun berkata, " Sekarang
ternyatalah kebenaran (yang selama ini tersembunyi), akulah
yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya (tetapi ia telah
menolak), dan sesungguhnya adalah ia dari orang-orang yang
benar."

52@ " (Pengakuanku) yang demikian supaya ia mengetahui, bahawa
aku tidak mengkhianatinya semasa ia tidak hadir (bersama
di sini), dan bahawa Allah tidak menjayakan tipu daya orang-
orang yang khianat."

53@ " Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku,
sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan
kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh
Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu).
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."

54@ Dan (setelah mendengar pengakuan perempuan-perempuan itu),
raja berkata, " Bawalah Yusuf kepadaku, aku hendak menjadikan
dia orang yang khas untuk aku bermesyuarat dengannya." Setelah
(Yusuf dibawa mengadap, dan raja) berkata-kata dengannya
(serta mengetahui kebijaksanaannya) berkatalah raja kepadanya,
" Sesungguhnya engkau pada hari ini (wahai Yusuf), seorang
yang berpangkat tinggi, lagi dipercayai di kalangan kami."

55@ Yusuf berkata, " Jadikanlah daku pengurus perbendaharaan
hasil bumi (Mesir), sesungguhnya aku sedia menjaganya dengan
sebaik-baiknya, lagi mengetahui cara mentadbirkannya."

56@ Dan demikianlah caranya, Kami tetapkan kedudukan Yusuf
memegang kuasa di bumi Mesir, ia bebas tinggal di negeri itu
di mana sahaja yang disukainya. Kami limpahkan rahmat Kami
kepada sesiapa sahaja yang Kami kehendaki, dan Kami tidak
menghilangkan balasan baik orang-orang yang berbuat kebaikan.

57@ Dan sesungguhnya pahala hari akhirat lebih baik bagi
orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa.

58@ Dan (setelah tiba musim kemarau) datanglah saudara-saudara
Yusuf (ke Mesir), lalu masuklah mereka mendapatkannya, Yusuf
dengan serta merta kenal mereka, sedang mereka tidak
mengenalnya.

59@ Dan ketika Yusuf menyediakan untuk mereka bekalan mereka,
berkatalah ia, " (Pada kali yang lain) bawalah kepadaku
saudara kamu yang sebapa. Tidakkah kamu melihat, bahawa aku
menyempurnakan bekalan makanan kamu, dan bahawa aku sebaik-
baik penerima tetamu ?"

60@ " Oleh itu, kalau kamu tidak membawanya kepadaku, maka
tidak ada hak bagi kamu mendapat bekalan makanan di sisiku,
dan janganlah kamu menghampiriku lagi."

61@ Mereka menjawab, " Kami akan memujuk bapanya melepaskan
dia bersama-sama kami, dan sesungguhnya kami akan
melakukannya."

62@ Dan (selepas itu) berkatalah Yusuf kepada orang-orang
suruhannya. " Masukkanlah barang-barang dagangan mereka pada
tempat simpanan barang di kenderaan mereka, supaya mereka
mengetahuinya kelak ketika mereka kembali kepada keluarga
mereka, dan supaya mereka datang lagi (ke negeri ini)."

63@ Maka ketika mereka kembali kepada bapa mereka, berkatalah
mereka, " Wahai ayah kami ! Kami (tetap diberi amaran bahawa
kami) tidak akan mendapat lagi bekalan makanan (kiranya
Bunyamin tidak pergi bersama). Oleh itu, hantarkanlah dia
bersama-sama kami, supaya kami dapat lagi bekalan makanan, dan
sesungguhnya kami akan menjaganya dengan sebaik-baiknya."

64@ Bapa mereka berkata, " (Jika aku lepaskan dia pergi
bersama-sama kamu), aku tidak menaruh kepercayaan kepada kamu
menjaganya melainkan seperti kepercayaanku kepada kamu menjaga
saudaranya dahulu (yang telah kamu hampakan. Oleh itu aku
hanya menaruh kepercayaan kepada Allah), kerana Allah jualah
Penjaga yang sebaik-baiknya, dan Dialah jua Yang Maha
Mengasihani dari sesiapa sahaja yang menaruh belas kasihan."

65@ Dan semasa mereka membuka barang-barang mereka, mereka
dapati barang-barang dagangan mereka telah dikembalikan kepada
mereka. Mereka berkata dengan gembiranya, " Wahai ayah kami !
Apa yang kita kehendaki lagi ? Ini dia barang-barang dagangan
yang kita jadikan tukaran (bagi mendapat gandum) itu telah
dikembalikan kepada kita. Dan (dengan kemurahan hati menteri
yang berbudi itu) akan dapatlah kami membawa lagi bekalan
makanan kepada keluarga kami, dan kami pula akan dapat menjaga
saudara kami, serta akan dapat tambahan benda-benda makanan
sebanyak muatan seekor unta lagi. Pemberian tambahan yang
sebanyak itu mudah sekali ditunaikannya."

66@ Bapa mereka berkata, " Aku tidak sekali-kali akan
melepaskan dia (Bunyamin) pergi bersama-sama kamu, sehingga
kamu memberi kepadaku satu perjanjian yang teguh (bersumpah)
dengan nama Allah, bahawa kamu akan membawanya kembali
kepadaku dengan selamat, kecuali jika kamu semua dikepong dan
dikalahkan oleh musuh." Maka ketika mereka memberikan
perjanjian yang teguh (bersumpah) kepadanya, berkatalah ia,
" Allah jualah yang menjadi Saksi dan Pengawas atas apa yang
kita semua katakan itu."

67@ Dan ia berkata lagi, " Wahai anak-anakku ! Janganlah kamu
masuk (ke bandar Mesir) dari sebuah pintu sahaja, tetapi
masuklah dari beberapa buah pintu yang berlainan. Dan aku
(dengan nasihatku ini), tidak dapat menyelamatkan kamu dari
sesuatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Kuasa
menetapkan sesuatu (sebab dan musabab) itu hanya tertentu bagi
Allah. KepadaNyalah aku berserah diri, dan kepadaNyalah
hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri."

68@ Dan ketika mereka masuk menurut arah yang diperintahkan
oleh bapa mereka, tidaklah perintahnya itu dapat menyelamatkan
mereka dari apa yang telah ditakdirkan oleh Allah sedikitpun,
tetapi yang demikian itu hanyalah melahirkan hajat yang
terpendam dalam hati Nabi Yaakub. Dan sesungguhnya ia orang
yang berilmu, kerana kami telah mengajarnya (dengan
perantaraan wahyu), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
(akan rahsia takdir Tuhan).

69@ Dan semasa mereka masuk mendapatkan Yusuf, ia menempatkan
saudara kandungnya (Bunyamin) bersama-samanya, sambil berkata
kepadanya, " Akulah saudara engkau (Yusuf), oleh itu janganlah
engkau berdukacita lagi disebabkan apa yang mereka lakukan."

70@ Maka ketika ia membekalkan mereka dengan bekalan makan
(yang mencukupi keperluan) mereka, lalu ia meletakkan bijana
minuman raja di kenderaan saudaranya (Bunyamin), kemudian
menyeru seorang penyeru, " Wahai orang-orang kafilah ini,
sesungguhnya kamu adalah pencuri."

71@ Mereka bertanya sambil mengadap ke arah orang-orang
menteri yang menuduh itu, " Apa benda kamu yang kehilangan ?"

72@ Orang-orang menteri menjawab, " Kami kehilangan cupak
raja. Dan sesiapa yang memulangkannya akan diberi (benda-benda
makanan) sebanyak muatan seekor unta, dan akulah yang menjamin
pemberian itu."

73@ Mereka berkata, " Demi Allah ! Sesungguhnya kamu sedia
mengetahui bahawa kedatangan kami bukanlah untuk berbuat
kerosakan di bumi (Mesir ini), dan kami pula bukanlah
pencuri."

74@ (Orang-orang menteri) bertanya, " Maka apa balasan pencuri
itu, jika kamu berdusta ?"

75@ Mereka menjawab, " Balasannya, sesiapa yang didapati benda
itu di kenderaannya, maka dialah sendiri yang menjadi
balasannya." Demikianlah kami membalas orang-orang yang
zalim.

76@ Maka Yusuf pun mulailah memeriksa tempat-tempat barang
mereka sebelum memeriksa tempat barang saudara kandungnya
(Bunyamin), kemudian ia mengeluarkan benda yang hilang itu
dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah
Kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf.
Tidaklah ia akan dapat mengambil saudara kandungnya menurut
undang-undang raja, kecuali jika dikehendaki oleh Allah.
(Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan
sesiapa yang Kami kehendaki, dan tiap-tiap orang yang berilmu
pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui.

77@ Mereka berkata, " Kalau dia mencuri, maka (tidaklah
pelik), kerana sesungguhnya saudara kandungnya pernah juga
mencuri dahulu. (Mendengar kata-kata yang menyinggung itu)
maka Yusuf pun menyembunyikan perasaannya, dan tidak
menyatakannya kepada mereka, sambil berkata (dalam hati),
" Kamulah yang lebih buruk keadaannya, dan Allah Maha
Mengetahui akan apa yang kamu katakan itu."

78@ Merekapun merayu dengan berkata, " Wahai datuk menteri !
Sesungguhnya ia (Bunyamin), mempunyai bapa yang sudah tua,
lagi berpangkat. Oleh itu, ambilah salah seorang di antara
kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami memandangmu dari
orang-orang yang sentiasa berbudi."

79@ Yusuf berkata, " Kami berlindung kepada Allah daripada
mengambil sesiapapun kecuali orang yang kami dapati barang
kami dalam simpanannya. Sesungguhnya jika kami mengambil orang
lain, nescaya menjadilah kami orang-orang yang zalim."

80@ Maka apabila mereka berputus asa daripada mendapat
pertolongannya, merekapun mengasingkan diri lalu bermesyuarat
tentang hal itu. Berkatalah ketua mereka (saudaranya yang
sulung), " Tidakkah kamu ketahui bahawa bapa kita telah
mengambil janji dari kamu yang dikuatkan dengan nama Allah,
dan dahulu pun kamu telah mencuaikan janji dan sumpah kamu
dalam perkara menjaga keselamatan Yusuf ? Oleh itu, aku tidak
sekali-kali akan meninggalkan negeri (Mesir) ini sehingga
bapaku izinkan aku (kembali atau sehingga Allah menghukum
bagiku (untuk meninggalkan negeri ini), dan Dialah Hakim yang
seadil-adilnya."

81@ " Kembalilah kamu kepada bapa kamu, dan katakanlah,
" wahai ayah kami ! Sesungguhnya anakmu (Bunyamin) telah
mencuri, dan kami tidak menjadi saksi (terhadapnya) melainkan
dengan apa yang kami ketahui dan kami tidaklah dapat menjaga
perkara yang ghaib."

82@ Dan bertanyalah kepada penduduk negeri (Mesir) tempat kami
tinggal (berdagang) dan kepada orang-orang kafilah yang kami
balik bersamanya. " Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
benar."

83@ (Setelah mereka kembali dan menyampaikan hal itu kepada
bapa mereka) berkatalah ia, " (Tidaklah benar apa yang kamu
katakan itu) bahkan nafsu kamu telah memperelokkan pada
pandangan kamu suatu perkara (yang kamu rancangkan). Jika
demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan
Allah mengembalikan mereka semua kepadaku. Sesungguhnya Dialah
jua Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana."

84@ Dan (bapa mereka) Nabi Yaakub, pun berpaling dari mereka
(kerana berita yang mengharukan itu) sambil berkata, " Aduhai
sedihnya aku kerana Yusuf, dan putihlah dua belah matanya
disebabkan ratap tangis dukacitanya kerana ia orang yang
memendamkan marahnya di dalam hati."

85@ Mereka berkata, " Demi Allah, ayah tak habis-habis ingat
kepada Yusuf, sehingga ayah menjadi sakit merana, atau menjadi
dari orang-orang yang binasa."

86@ (Nabi Yaakub) menjawab, " Sesungguhnya aku hanyalah
mengadukan kesusahan dan dukacitaku kepada Allah dan aku
mengetahui (dengan perantaraan wahyu) dari Allah, apa yang
kamu tidak mengetahuinya."

87@ " Wahai anak-anakku ! Pergilah dan intiplah khabar berita
mengenai Yusuf dan saudaranya (Bunyamin), dan janganlah kamu
berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya
tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu
melainkan kaum yang kafir."

88@ Maka (bertolaklah mereka ke Mesir, dan) setelah mereka
masuk mengadap Yusuf, berkatalah mereka, " Wahai Datuk
Menteri, kami dan keluarga kami telah menderita kesusahan
(kemarau), dan kami datang dengan membawa barang-barang yang
kurang baik dan tidak berharga (untuk menjadi tukaran bagi
benda-benda makanan negeri ini). Oleh itu, sempurnakanlah
sukatan bekalan makanan bagi kami dan mendermalah kepada kami,
sesungguhnya Allah membalas dengan sebaik-baik balasan kepada
orang-orang yang bermurah hati menderma."

89@ Yusuf berkata, " Tahukah kamu (betapa buruknya) apa yang
kamu telah lakukan kepada Yusuf dan adiknya, semasa kamu masih
jahil (tentang buruknya perbuatan yang demikian) ?"

90@ Mereka bertanya (dengan hairan), " Engkau ini Yusufkah ?"
Ia menjawab, " Akulah Yusuf dan ini adikku (Bunyamin).
Sesungguhnya Allah telah mengurniakan nikmatNya kepada kami.
Sebenarnya sesiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka
sesungguhnya Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang
berbuat kebaikan."

91@ Mereka berkata, " Demi Allah ! Sesungguhnya Allah telah
melebihkan dan memuliakan engkau daripada kami (disebabkan
taqwa dan kesabaranmu), dan sesungguhnya kami adalah orang-
orang yang bersalah."

92@ Yusuf berkata, " Kamu pada hari ini tidak akan ditempelak
atau disalahkan (tentang perbuatan kamu yang telah terlanjur
itu), semoga Allah mengampunkan dosa kamu, dan Dialah jua Yang
Maha Mengasihani daripada segala yang lain yang mengasihani."

93@ " Pergilah dengan membawa bajuku ini, kemudian letakkan
pada muka ayahku supaya ia dapat melihat, dan selepas itu
bawalah kepadaku keluarga kamu semuanya."

94@ Dan semasa kafilah (mereka meninggalkan Mesir menunju
ke tempat bapa mereka di Palestin), berkatalah bapa mereka
(kepada kaum kerabatnya yang ada di sisinya), " Sesungguhnya
aku ada terbau akan bau Yusuf. Jika kamu tidak menyangka aku
sudah nyanyuk (tentulah kamu akan percaya)."

95@ Mereka berkata, " Demi Allah ! Sesungguhnya ayah masih
berada dalam keadaan tidak siumanmu yang lama."

96@ Maka sebaik-baik sahaja datang pembawa khabar berita yang
mengembirakan itu, dia pun meletakkan baju Yusuf pada muka
Nabi Yaakub, lalu menjadilah ia celik kembali seperti
sediakala. Nabi Yaakub berkata, " Bukankah aku telah katakan
kepada kamu, sesungguhnya aku mengetahui (dengan perantaraan
wahyu) dari Allah akan apa yang kamu tidak mengetahuinya ?"

97@ Mereka berkata, " Wahai ayah kami ! Mintalah ampun bagi
kami akan dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang
yang bersalah."

98@ Nabi Yaakub berkata, " Aku akan meminta ampun bagi kamu
dari Tuhanku, sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun,
lagi Maha Mengasihani."

99@ Maka ketika mereka (Nabi Yaakub dan keluarganya) masuk
(ke Mesir) menemui Yusuf, Yusuf segera menyambut serta memeluk
kedua ibu bapanya, sambil berkata, " Masuklah kamu ke negeri
Mesir, insya Allah kamu berada di dalam aman."

100@ Dan ia dudukkan kedua ibu bapanya (bersama-samanya)
di atas kerusi kebesaran. Dan setelah itu mereka semuanya
tunduk memberi hormat kepada Yusuf. Dan (pada saat itu)
berkatalah Yusuf, " Wahai ayahku ! Inilah dia tafsiran mimpiku
dahulu. Sesungguhnya Allah telah menjadikan mimpiku itu benar.
Dan sesungguhnya Ia telah melimpahkan kebaikan kepadaku ketika
Ia mengeluarkan daku dari penjara, dan Ia membawa kamu ke mari
dari dosa sesudah Syaitan (dengan hasutannya) merosakkan
perhubungan antaraku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya
Tuhanku lemah-lembut tadbirNya bagi apa yang dikehendakiNya,
sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

101@ " Wahai Tuhanku ! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan
daku sebahagian dari kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku
sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan yang
menciptakan langit dan bumi, Engkau Penguasa dan Pelindungku
di dunia dan di akhirat, sempurnakanlah ajalku (ketika mati)
dalam keadaan Islam, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang
yang soleh."

102@ (Kisah nabi Yusuf) yang demikian ialah dari berita-berita
yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad),
sedang engkau tidak ada bersama-sama mereka semasa mereka
sekata mengambil keputusan (hendak membuang Yusuf ke dalam
perigi) dan semasa mereka menjalankan rancangan jahat
(terhadapnya untuk membinasakannya).

103@ Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau
terlalu ingin (supaya mereka beriman).

104@ Padahal engkau tidak meminta kepada mereka sebarang upah
tentang ajaran Al Quran, sedang Al Quran itu tidak lain
hanyalah peringatan dan pengajaran dari Allah bagi umat
manusia seluruhnya.

105@ Dan berapa banyak tanda-tanda kekuasaan Allah di langit
dan di bumi yang mereka menyaksikannya berulang-ulang semasa
mereka pagi dan petang, sedang mereka tidak juga menghiraukan
dan memikirkannya.

106@ Dan (orang-orang yang beriman kepada Allah), kebanyakkan
mereka tidak beriman kepada Allah melainkan mereka
mempersekutukannya juga dengan yang lain.

107@ (Mengapa mereka bersikap demikian ?) Adakah mereka merasa
aman dari didatangi azab Allah yang meliputi mereka, atau
didatangi hari kiamat secara mengejut, sedang mereka tidak
menyedarinya ?

108@ Katakanlah (wahai Muhammad), " Inilah jalanku, aku dan
orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada
ugama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas
nyata. Dan aku menegaskan, " Maha suci Allah (dari segala
iktiqad dan perbuatan syirik), dan bukanlah aku dari golongan
yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain."

109@ Dan tiadalah Kami mengutus Rasul sebelummu (wahai
Muhammad), melainkan orang-orang lelaki dari penduduk bandar,
yang kami wahyukan kepada mereka. Maka mengapa orang-orang
(yang tidak mahu beriman) itu tidak mengembara di muka bumi,
supaya memerhatikan bagaimana akibat orang-orang kafir yang
terdahulu dari mereka ? Dan (ingatlah) sesungguhnya negeri
akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Oleh itu,
mengapa kamu (wahai manusia) tidak mahu memikirkannya ?

110@ (Orang-orang yang mendustakan ugama Allah itu telah
diberi tempoh yang lanjut sebelum ditimpakan dengan azab)
hingga apabila Rasul-rasul berputus asa terhadap kaumnya yang
ingkar dan menyangka bahawa mereka telah disifatkan oleh
kaumnya sebagai orang-orang yang berdusta, datanglah
pertolongan Kami kepada mereka, lalu diselamatkanlah sesiapa
yang Kami kehendaki. Dan (ingatlah bahawa) azab Kami tidak
akan dapat ditolak oleh sesiapapun daripada menimpa kaum yang
berdosa.

111@ Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi
pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang
mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam
Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi
ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab ugama
yang terdahulu daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang
menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk
dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.

posted from Bloggeroid

072. Al-Jinn 001-028, Terjemahan Al Quran...^^.. (Golongan Jin)

072. Al-Jinn 001-028, Terjemahan Al Quran...^^..
(Golongan Jin)

BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani

1@ Katakanlah (wahai Muhammad), “ Telah diwahyukan kepadaku,
bahawa sesungguhnya, satu rombongan jin telah mendengar
(Al-Quran yang aku bacakan), lalu mereka (menyampaikan hal itu
kepada kaumnya dengan) berkata, " Sesungguhnya kami telah
mendengar Al-Quran (sebuah Kitab Suci) yang susunannya dan
kandungannya sungguh menakjubkan !"

2@ " Kitab yang memberi panduan ke jalan yang betul, lalu kami
beriman kepadanya, dan kami tidak sekali-kali akan
mempersekutukan sesuatu makhluk dengan Tuhan kami.

3@ Dan (ketahuilah wahai kaum kami !) Bahawa sesungguhnya,
tertinggilah kebesaran dan keagungan Tuhan kita daripada
beristeri atau beranak."

4@ " Dan (dengan ajaran Al Quran nyatalah) bahawa
sesungguhnya, (ketua) yang kurang akal pertimbangannya dari
kalangan kita telah mengatakan terhadap Allah kata-kata yang
melampaui kebenaran,

5@ " Dan bahawa sesungguhnya (nyatalah kesalahan) kita
menyangka bahawa manusia dan jin tidak sekali-kali akan berani
mengatakan sesuatu yang dusta terhadap Allah.

6@ " Dan bahawa sesungguhnya adalah (amat salah perbuatan)
beberapa orang dari manusia, menjaga dan melindungi dirinya
dengan meminta pertolongan kepada ketua-ketua golongan jin,
kerana dengan permintaan itu mereka menjadikan golongan jin
bertambah sombong dan jahat.

7@ " Dan bahawa sesungguhnya (tidaklah benar) manusia
menyangka sebagaimana yang kamu sangka, bahawa Allah tidak
sekali-kali mengutuskan sebarang Rasul (atau tidak akan
membangkitkan manusia pada hari kiamat).

8@ " Dan bahawa sesungguhnya kami telah berusaha mencari
berita langit, lalu kami dapati langit itu penuh dengan
pengawal-pengawal yang sangat kuat kawalannya, dan (dengan
rejaman-rejaman) api yang menyala.

9@ " Padahal sesungguhnya kami dahulu biasa menduduki tempat-
tempat (perhentian) di langit untuk mendengar (percakapan
penduduknya), maka sekarang sesiapa yang cuba mendengar, akan
mendapati api yang menyala yang menunggu merejamnya.

10@ " Dan bahawa sesungguhnya kami tidak mengetahui adakah
(dengan adanya kawalan langit yang demikian) hendak menimpakan
bala bencana kepada penduduk bumi, atau pun Tuhan mereka
hendak melimpahkan kebaikan kepada mereka ?

11@ " Dan bahawa sesungguhnya (memang maklum) ada di antara
kita golongan yang baik keadaannya, dan ada di antara kita
yang lain dari itu, kita masing-masing adalah menurut jalan
dan cara yang berlainan.

12@ " Dan bahawa sesungguhnya kita (sekarang) mengetahui,
bahawa kita tidak sekali-kali akan dapat melepaskan diri dari
balasan Allah (walau di mana sahaja kita berada) di bumi, dan
kita juga tidak sekali-kali akan dapat melarikan diri dari
balasanNya (walau ke langit sekalipun).

13@ " Dan bahawa sesungguhnya kami, ketika mendengar petunjuk
(Al Quran), kami beriman kepadanya (dengan tidak bertangguh
lagi), kerana sesiapa yang beriman kepada Tuhannya, maka
tidaklah ia akan merasa bimbang menanggung kerugian (mengenai
amalnya yang baik), dan juga tidak akan ditimpakan sebarang
kesusahan.

14@ " Dan bahawa sesungguhnya (dengan datangnya Al Quran,
nyatalah) ada di antara kita golongan yang berugama Islam, dan
ada pula golongan yang (kufur derhaka dengan) menyeleweng dari
jalan yang benar, maka sesiapa yang menurut Islam (dengan
beriman dan taat), maka merekalah golongan yang bersungguh-
sungguh mencari dan menurut jalan yang benar,

15@ " Adapun orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang
benar, maka mereka menjadi bahan bakaran bagi neraka Jahannam.

16@ (Nabi Muhammad diwahyukan menerangkan lagi), " Dan bahawa
sesungguhnya ! Kalaulah mereka (manusia dan jin) itu berjalan
betul di atas jalan (Islam), sudah tentu Kami (akan memberikan
mereka sebab-sebab kemewahan, terutama) menurunkan hujan lebat
kepada mereka.

17@ " (Pemberian yang demikian) untuk Kami menguji (dan
menzahirkan bawaan dan keadaan) mereka dalam menikmati apa
yang Kami berikan itu (adakah mereka bersyukur dan tetap betul
menurut Islam), dan (ingatlah), sesiapa yang berpaling dari
mengingati Tuhannya, (dengan berlaku ingkar dan derhaka, maka)
Tuhan akan memasukkannya ke dalam azab yang memuncak beratnya.

18@ " Dan bahawa sesungguhnya masjid-masjid itu untuk (ibadat
kepada) Allah semata-mata, maka janganlah kamu seru dan sembah
sesiapapun bersama-sama Allah.

19@ " Dan bahawa sesungguhnya, ketika hamba Allah (Nabi
Muhammad) berdiri mengerjakan ibadat kepadaNya, mereka hampir-
hampir menindih satu sama lain mengerumuninya."

20@ Katakanlah (wahai Muhammad), " Sesungguhnya aku hanyalah
beribadat kepada Tuhanku semata-mata, dan aku tidak
mempersekutukanNya dengan sesiapapun."

21@ Katakanlah lagi, " Sesungguhnya aku tidak berkuasa
mendatangkan sebarang mudarat dan tidak juga berkuasa
mendatangkan sebarang kebaikan bagi kamu.

22@ Katakanlah lagi, " Sesungguhnya aku, tidak sekali-kali
akan dapat diberi perlindungan oleh sesiapapun dari (azab)
Allah (jika aku menderhaka kepadaNya), dan aku tidak sekali-
kali akan mendapat tempat perlindungan selain daripadaNya,

23@ " (Aku diberi kuasa) hanya menyampaikan (wahyu) dari Allah
dan perintah-perintahNya (yang ditugaskan kepadaku
menyampaikannya), dan sesiapa yang menderhaka kepada Allah dan
ingkarkan bawaan RasulNya, maka sesungguhnya disediakan
baginya neraka Jahannam, kekallah mereka di dalamnya selama-
lamanya."

24@ (Golongan yang kufur ingkar itu tetap memandang engkau
lemah dan kurang penyokong wahai Muhammad), sehingga apabila
mereka melihat (azab) yang dijanjikan kepada mereka, maka
(pada saat itu) mereka akan mengetahui siapakah orangnya yang
lemah penolong-penolongnya, dan sedikit jumlah bilangannya.

25@ (Kalau ditanya bilakah azab itu ? Maka) katakanlah, " Aku
tidak mengetahui sama ada (azab) yang dijanjikan kepada kamu
itu sudah dekat, atau Tuhanku menentukan bagi kedatangannya
satu tempoh yang lanjut.

26@ " Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka
Ia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahuiNya itu
kepada sesiapapun,

27@ " Melainkan kepada mana-mana Rasul yang di redaiNya (untuk
mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan
tugasnya, apabila Tuhan hendak melakukan yang demikian) maka
Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu malaikat-
malaikat yang menjaga dan mengawasnya (sehingga perkara ghaib
itu selamat sampai kepada yang berkenaan).

28@ " (Tuhan mengadakan malaikat-malaikat itu) supaya Ia
mengetahui bahawa sesungguhnya (dengan jagaan mereka) Rasul-
rasul itu telah menyampaikan perutusan-perutusan Tuhan mereka,
(dengan sempurna), pada hal Ia memang mengetahui dengan
meliputi segala keadaan yang ada pada mereka, serta Ia
menghitung tiap-tiap sesuatu, satu persatu."

posted from Bloggeroid