Monday, 13 October 2014

Hilangnya Khazanah Allah (Petunjuk Tuhan, Islam dan Muslim)...^^..

Hilangnya Khazanah Allah (Petunjuk Tuhan, Islam dan Muslim)...^^..

Satu persatu ulama di seluruh dunia di tarik oleh Allah. Ini
menunjukkan dunia semakin hampir kepada apa yang diperkatakan oleh
Allah iaitu keHancuran. Untuk itu, kita perlulah meneruskan hidup
dalam berIbadah kepada Allah dan kita perlulah mengambil segala
ilmu yang ada pada ulama-ulama yang Benar dan berUsaha untuk
mempelajari Ilmu Agama di saat ini..

Manusia ini sememangnya Lemah dan perlunya kebergantungan kepada
Allah... Cukup sahaja Allah tarik nikmat air, puluhan juta Umat
akan merungut... Cukup sahaja Allah menarik nikmat sumber makanan...
puluhan juta Umat juga akan merungut...

Hanya yang meredhai ketentuanNya adalah golongan-golongan yang
sudah mencapai tahap " Insan Kamil" atau yang berhampiran
dengannya... Semoga Allah mendekatkan kita dengan golongan yang
selalu Dekat dengan Si Rabb... Amin Allahumma Amin..

" Alllahumma Sholi 'Ala Muhammad Wa 'Ala Aali Muhammad"

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Oct 2014/Zulhijjah 1435...^^..

Wanita Baik itu baGaimana?...^^..

Wanita Baik itu baGaimana?...^^..

Jadilah " Wanita Gampangan"

Gampang diajak sholat, gampang diajak ngaji,
Gampang diajak berhijab, juga gampang memaafkan
kesalahan suami.

Bukan wanita yang gampang dirayu, dipuji lalu
dinikmati tanpa jalan pernikahan suci.

Jadilah " Wanita Murahan",

Murah senyumnya, murah maharnya, murah maafnya,
murah berbaginya,

Bukan yang murah untuk mengumbar syahwat dan
menggadaikan kehormatan dirinya.

Setujuu...???

tuliskanakuhadith.blogsppot.com
Norshahuddin Edited Oct 2014/Zulhijjah 1435...^^..

Monday, 6 October 2014

Pria/Lelaki Yang Gaya Sempurna itu Bagaimana ?...^^..

Pria/Lelaki Yang Gaya Sempurna itu Bagaimana ?...^^..

Nukilan oleh Diah Rosyta [Facebook Friend]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

~ Bukan Ketampanan dan Kekayaanmu Tapi Pria Yang Sebenarnya Ialah ~

@ Pria terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan raut
wajahnya, melainkan yang paling menawan keimanan dan budi
pekertinya..

@ Pria terjantan di hadapan wanita bukanlah yang paling berani
mengungkap kata cinta, melainkan yang paling berani menemui wali
sang hawa untuk meminangnya..

@ Pria teromantis di hati wanita bukanlah yang paling mesra
mengungkap kata cinta, melainkan yang berani mempertanggung
jawabkan kata cinta di hadapan ALLAH dengan berazam untuk
menghalalkannya..

@ Pria tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar
tubuhnya, melainkan yang mampu bertanggungjawab menopang
keluarga..

@ Pria terkaya di angan wanita bukan hanya terbanyak hartanya,
melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas segala
karuniaNya..

@ Pria terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak
ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kepada
jalan yang diridhaiNya..

@ Pria paling dermawan di hadapan wanita bukanlah yang paling
banyak sedekahnya, melainkan yang paling perhatian memenuhi
kewajiban keluarga..

Wahai Lelaki.....
Sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan,
romantis, gagah, kaya, pandai dan dermawan namun sejauh mana
dia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan..

Kaum pria begitu berharga jika dia mampu mempertanggung jawabkan
segala ucapan dan perbuatan di hadapan ALLAH Yang Maha
Menyaksikan..

InsyaAllah..

Aamiin Ya Rabbal'alamiin

Suntingan Dari Kawan-Kawan...

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Oct 2014/ Zulhijjah 1435...^^..

Perkara Yang Berlaku Apabila Umat Meninggalkan Dakwah cara Nabi Muhammad S.A.W....^^..

Perkara Yang Berlaku Apabila Umat Meninggalkan Dakwah cara Nabi
Muhammad S.A.W....^^..

1@ Iman umat akan Lemah,
2@ Amal umat akan Lemah,
3@ Murka Allah beserta umatnya,
4@ Bencana dan malapetaka terjadi dimana-mana,
5@ Orang Islam MALU menampakkan ciri ciri keIslamannya,
6@ Dari Rahim-rahim orang Islam akan lahir generasi Kafir,
7@ Bahkan, orang orang Islam akan berbondong-bondong murtad dari
agama Islam.

" Setiap orang pasti punya rahasianya tersendiri, hal yang tidak
diceritakan kepada siapa pun." ~ @daudantonius

" Apabila syaitan gagal menggoda wanita untuk buka hijab, maka
dia akan membiarkan wanita berhijab tetapi dalam pelbagai gaya."

" Cinta suami isteri jauh lebih mulia dari cinta sepasang kekasih,
kerana perkahwinan adalah satu ikatan suci yang menjadikan
landasan terbaik untuk menjalinkan kasih sayang antara lelaki dan
wanita. Dan kerana yang halal itu memang lebih indah dan mendapat
keberkatan dari Allah s.w.t."

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Oct 2014/ Zulhijjah 1435...^^..

Thursday, 2 October 2014

Peristiwa: Wahyu Pertama Hingga Isra’ Mikraj...^^..

Peristiwa: Wahyu Pertama Hingga Isra’ Mikraj...^^..

*** Wahyu Pertama Turun

Aisyah r.a. seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari berkata,
awal permulaan wahyu kepada Rasulullah saw. adalah mimpi yang benar.
Beliau tidak melihat sesuatu mimpi, kecuali mimpi tersebut datang
seperti cahaya subuh. Kemudian beliau menyendiri di Gua Hira untuk
beribadah beberapa malam sebelum kembali ke keluarganya dan
mengambil bekal untuk kegiatannya itu sampai beliau dikejutkan oleh
kedatangan Malaikat Jibril pada saat berada di Gua Hira.

Malaikat Jibril mendatangi beliau dan berkata, “ Bacalah !”
Rasulullah saw. menjawab, “ Saya tidak dapat membaca.” Beliau
mengatakan, lalu malaikat itu memegang dan mendekapku sampai aku
merasa lelah. Kemudian ia melepaskanku dan mengatakan, “ Bacalah !”
Aku menjawab, “ Aku tidak dapat membaca !’ Malaikat itu
mengulanginya untuk yang ketiga sambil mengatakan,
“ Iqra’ bismi rabbikal ladzii khalaq; [bacalah, dengan menyebut
nama Rabbmu yang menciptakan.” (Al‘Alaq: 1)

Kemudian Rasulullah saw. pulang. Kepada isterinya, Khadijah, beliau
berkata, “ Selimuti aku, selimuti aku.” Lalu beliau diselimuti
sampai rasa keterkejutannya hilang. Kemudian beliau menceritakan
apa yang terjadi kepada Khadijah. “ Aku Khawatir terhadap diriku.”
Khadijah menjawab, “ Tidak. Demi Allah, sama sekali Dia tidak akan
menghinakanmu selamanya. Sebab, engkau orang yang selalu mempererat
tali persaudaraan dan memikul beban orang lain. Engkau orang yang
menghormati tamu, membantu orang yang susah, dan membela orang-
orang yang berdiri di atas kebenaran.”

Kemudian Khadijah pergi bersama Nabi saw. menemui sepupunya, Waraqah
bin Naufal. Waraqah pernah menulis kitab Injil berbahasa Ibrani.
Khadijah berkata, “ Wahai anak pamanku, dengarlah apa yang dikatakan
oleh anak saudaramu.” Waraqah bertanya dan ketika Rasulullah saw.
menceritakan peristiwa yang dialaminya, dia berkata, “ Itu adalah
Namus (Jibril) yang pernah diutus Allah swt. kepada Nabi Musa a.s.
Alangkah bahagianya seandainya aku masih muda perkasa. Alangkah
gembiranya seandainya aku masih hidup tatkala kamu diusir oleh
kaummu.”

Rasulullah saw. bertanya, “ Apakah mereka akan mengusirku ?” Waraqah
menjawab, “ Ya. Tidak seorang pun yang datang membawa seperti yang
kamu bawa kecuali akan diperangi. Seandainya kelak aku masih hidup
dan mengalami hari yang kamu hadapi itu pasti aku akan membantumu
sekuat tenagaku.”

Setelah itu, selama tiga tahun lamanya Rasulullah saw. berdakwah
secara rahsia. Hingga kemudian turun surat Al Hijr ayat 94 yang
memerintahkan Rasulullah saw. agar berdakwah secara terang-terangan.
“ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang
diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang
musryik.”

*** Berdakwah Secara Terang-Terangan

Rasulullah saw. pun menjalankan perintah itu. Berdakwah secara
terang-terangan selama 10 tahun. Terutama di musim-musin haji.
Beliau mendatangi orang-orang dari rumah ke rumah. Berdakwah
di Pasar ‘Ukkadz, Majannah, dan Dzul-Majaz. Beliau mengajak orang
banyak untuk memeluk Islam dan menawarkan syurga sebagai imbalan.
Beliau sampaikan seluruh risalah Allah swt. yang sampai kepadanya
ketika itu. Namun, tidak banyak yang mahu menyambut ajakannya.

Bahkan Rasulullah saw. menemui banyak rintangan. Berbagai macam
siksaan yang menyulitkan langkah dakwahnya datang dari masyarakat
Mekkah. Tidak sedikit orang menuduh beliau sebagai orang gila,
tukang sihir, atau dukun.

*** Hijrah ke Habasyah

Pada tahun ke 5 kenabian, Rasulullah saw. memerintahkan para
sahabatnya hijrah ke Habasyah (sekarang Ethiopia). Keputusan ini
diambil karena siksaan yang dilakukan masyarakat Quraisy terhadap
kaum muslimin ketika itu semakin gencar. Rasulullah saw. memilih
Habasyah karena, “ Di sana terdapat seorang pemimpin yang tidak
aniaya terhadap siapa pun yang ada di dekatnya.”

Rombongan sahabat Rasulullah saw. yang hijrah pertama kali ini
terdiri atas 12 orang pria dan 4 orang wanita. Rasulullah saw.
menunjuk Utsman bin Affan sebagai amir kafilah hijrah ini.

*** Hijrah Kedua ke Habasyah

Tak lama kemudian Hamzah bin Abdul Muthallib dan Umar bin Khaththab
masuk Islam. Khabar ini sampai ke telinga para sahabat yang hijrah
di Habasyah. Mereka tahu betul bahwa Hamzah dan Umar adalah sosok
yang punya karakter, berani, dan perkasa. Karena itu mereka yakin
bahwa dengan masuknya kedua orang itu kaum muslimin di Mekkah akan
menjadi kuat. Karena itu, para muhajirin itu memutuskan untuk
kembali pulang ke Mekkah.

Namun, tatkala sampai ke Mekkah mereka mendapati tidak seluruh kaum
muslimin terbebas dari siksaan kaum Quraisy. Terutama mereka-mereka
yang tidak mendapatkan jaminan keselamatan dari tokoh-tokoh Quraisy
terpandang. Ketika siksaan dari kaum Quraisy sampai pada titik
puncak yang tak bisa ditanggung lagi oleh kaum muslimin yang lemah,
Rasulullah saw. mengizinkan mereka kembali hijrah ke Habasyah.

Hijrah yang kedua kalinya ini dilakukan oleh 83 orang pria dan 19
orang wanita. Kaum musyrikin Quraisy mengutus Amr bin Al ‘Ash dan
‘Ammarah bin Al Walid menemui Najasyi, Raja Habasyah. Mereka membawa
berbagai hadiah. Mereka meminta Najasyi mengekstradisi kaum
muslimin lari dari Mekkah. Namun Najasyi menolak sebelum mendengar
langsung perkara yang sebenarnya dari pihak kaum muslimin.

Ja’far bin Abu Thalib r.a. tampil menjadi juru bicara kaum muslimin.
Ia menjelaskan keadaan mereka ketika di masa jahiliyah dan
bagaimana mereka berubah ketika menerima Islam yang dibawa Nabi
Muhammad saw. Hidayah itu telah mengubah diri mereka menjadi pribadi
yang berakhlak mulia. Ja’far juga memperdengarkan beberapa ayat
Al-Qur’an kepada Raja Najasyi, yaitu awal surat Maryam. Ayat itu
berisi pandangan Islam tentang Isa bin Maryam a.s. Isa adalah
seorang hamba Allah dan RasulNya. Mendengar keterangan itu, Najasyi
memutuskan mengembalikan semua hadiah kaum musyrikin Quraisy dan
memuliakan kaum muslimin sebagai tamu di negerinya.

Berbagai jenis siksaan yang menimpa Rasulullah saw. dan sahabatnya

Ada dua alasan mengapa kaum Quraisy tidak mau menerima dakwah
Rasulullah saw. padahal mereka tahu betul akan keperibadian
Rasulullah saw. yang tidak pernah berdusta. Bahkan mereka sendiri
menggelari Rasulullah saw. dengan sebutan Al Amin (orang yang
terpercaya).

Alasan pertama, ritual penyembahan mereka kepada berhala adalah
tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu,
Islam dipandang sebagai ajaran yang mengancam tradisi leluhur yang
harus mereka pertahankan. Alasan kedua, kaum Quraisy secara turun
temurun punya kedudukan tinggi di masyarakat Mekkah. Mereka mengurus
jamaah haji, memegang kunci Kaa’bah, dan menguasai sumur Zamzam.
Kedatangan Islam akan menggeser hak istimewa mereka itu. Karena itu,
mereka menolak dakwah Rasulullah saw.

Mereka berusaha menghentikan dakwah Rasulullah saw. Mereka
menawarkan tiga hal, harta, tahta, dan wanita kepada Rasulullah saw.
agar berhenti mendakwahkan Islam. Rasulullah saw. menolak. Bahkan
Rasulullah saw. menawarkan, “ Ucapkanlah laa ilaaha illallah,
niscaya kalian akan menguasai bangsa Arab.”

Cara “ halus” tak berhasil. Mereka menebar teror dengan siksaan
terhadap Nabi dan kaum muslimin. Jika terhadap muslim yang memiliki
kedudukan dan kehormatan dalam masyarakat, musyrikin Quraisy hanya
menebar ancaman. Abu Jahal mengintimidasi seorang muslim golongan
ini, “ Engkau tinggalkan agama nenek moyangmu, padahal mereka lebih
baik darimu. Kami akan rendahkan angan-anganmu. Kami akan lecehkan
kehormatanmu. Akan kami rusak usahamu dan kami hancurkan hartamu.”

Terhadap kaum muslimin dari golongan lemah, apakah lemah secara
ekonomi (fakir miskin atau lemah secara status sosial (budak)
musyrikin Quraisy tidak segan-segan menyiksa mereka. Bani Makhzum
menyiksa keluarga Yasir. Yasin dan istrinya, Sumayyah, syahid dalam
siksaan tersebut. Ammar bin Yasir memelas kepada Rasulullah saw.,
“ Wahai Rasul, siksaan kepada kami telah mencapai puncaknya.”
Rasulullah saw. menghibur Ammar, “ Bersabarlah, wahai Abul Yaqdzan.
Bersabarlah, wahai keluarga Yasir. Balasan untuk kalian adalah
syurga.”

Kaum musyrikin juga menyeret Bilal bin Rabah ke tengah padang pasir
di tengah hari. Mereka melempari tubuh telanjang Bilal dengan batu-
batu yang terpanggang panas matahari. Kemudian menindih dada Bilal
dengan batu besar. Mereka memerintahkan Bilal menyebut nama tuhan-
tuhan mereka. Tapi Bilal menolak. Dia mengucap, “ Ahad, Ahad….”

*** Bani Hasyim diBoikot, Abu Thalib dan Khadijah Wafat

Kaum musyrikin Quraisy mengirim utusan kepada Abu Thalib, paman
Nabi, membawa penawaran: jika keponakannya menginginkan kerajaan,
mereka siap mengangkatnya menjadi raja; jika menginginkan harta,
mereka siap mengumpulkan harta sehingga tidak ada yang terkaya
kecuali Nabi; jika Nabi terkena gangguan jin, mereka siap mencarikan
obat untuk menyembuhkanya; asal Nabi berhenti mendakwahkan Islam.

Rasulullah saw. menolak tawaran itu. Kepada Abu Thalib, beliau
berkata, “ Demi Allah, jika mereka meletakkan matahari di tangan
kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan meninggalkan
(dakwah) ini, sampai Allah memenangkannya atau aku hancur
karenanya.”

Mendengar jawaban itu, Abu Thalib berkata, “ Teruskanlah urusanmu.
Demi Allah, aku tidak akan menyerahkanmu selamanya.” Kemudian Abu
Thalib mengumpulkan keluarga dekatnya untuk membela Rasulullah saw.
Bani Hasyim dan Bani Muthallib datang, kecuali Abu Lahab.

Sementara Bani Hasyim dan Bani Muthallib, baik yang sudah beriman
maupun yang masih musyrik berkumpul untuk membela Rasulullah saw.,
kaum musyrikin juga berkumpul. Mereka sepakat untuk tidak melakukan
jual-beli dan tidak memasuki rumah-rumah Bani Hasyim dan Bani
Muthallib sebelum Rasulullah saw. diserahkan kepada mereka untuk
dibunuh. Kesepakatan ini ditulis di sebuah spanduk dan di simpan
di dalam Kaa’bah.

Atas boikot tersebut, Abu Thalib memerintahkan kerabatnya untuk
masuk ke dalam Syi’ib (lembah) dan berdiam di sama. Itulah awal
tiga tahun masa boikot yang penuh derita dan guncangan.

Ternyata masih ada nurani di beberapa orang tokoh Quraisy. Hisyam
bin Amr, Zuher bin Umayyah, Abul Kakhtari bin Hisyam, Zam’ah bin
Al Aswad, dan Muth’im bin ‘Adi bersepakat untuk membatalkan isi
penjanjian musyrikin Quraisy. Sebelumnya Rasulullah saw. telah
mengabarkan kepada pamannya, Abu Thalib, bahwa Allah telah mengutus
rayap menghancurkan spanduk kesepakatan tersebut dan hanya
menyiksakan kalimat “ Bismika Allahumma” (dengan namaMu, ya Allah).

Benar saja. Saat memasuki Kaa’bah, Muth’im bin ‘Adi mendapati
kondisi spanduk kesepakatan itu seperti yang diberitakan Rasulullah
saw. Maka keluarlah Bani Hasyim dan Bani Muthallib dari Syi’ib.
Mereka kembali berbaur bebas dengan masyarakat. Peristiwa ini
terjadi di tahun ke 10 kenabian. Enam bulan setelah peristiwa ini,
Abu Thalib wafat.

Rasulullah saw. bukan hanya kehilangan paman yang membelanya, tapi
juga kehilangan isteri yang menjadi teman seperjuangan. Khadijah
wafat di tahun yang sama dengan wafatnya Abu Thalib. Musibah yang
beruntun terhadap diri Rasulullah saw. ini disebut ‘ Amul Huzni
(Tahun Kesedihan). ‘ Amul Huzni terjadi selama 3 tahun sebelum
perintah hijrah ke Madinah. Sebab, tiga tahun terakhir itu
penindasan kaum Quraisy terhadap kaum muslimin dan upaya pembunuhan
terhadap Rasulullah saw. demikian memuncak.

*** Isra’ dan Mik’raj

Di tengah himpitan musuh dan kehilangan pembela, Rasulullah saw.
ditemani Jibril, diperjalankan oleh Allah swt. dari Mekkah ke Baitul
Maqdis dengan mengendarai Buraq. Di Baitul Maqdis Rasulullah saw.
shalat dan menjadi imam dengan makmum para nabi. Setelah itu, Nabi
saw. naik ke langit dunia. Di sana beliau bertemu dengan Nabi Adam
a.s. Di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya a.s.
Di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf a.s. Di langit keempat Nabi
Idris. Di langit kelima bertemu Nabi Harun. Di langit kelima bertemu
dengan Nabi Musa a.s. Di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim a.s.
Kemudian Rasulullah saw. sampai di Sidratul Muntaha, lalu diangkat
ke Baitul Ma’mur. Di sini Jibril terlihat dalam bentuknya yang asli.

Allah saw. telah berbicara dengan Rasulullah saw. dan memberi
perintah wajibnya shalat 5 waktu. Sebelumnya perintah itu adalah 50
kali dalam sehari semalam. Tapi, setelah berdiskusi dengan Nabi
Musa, Rasulullah saw. bolak-balik meminta keringanan kepada Allah
swt.

Rasulullah saw. menceritakan tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini
kepada kaum muslimin dan penduduk Mekkah. Kaum musyrikin
mendustakan, meski Rasulullah saw. mampu memberi bukti dengan
menerangkan secara terperinci tentang Baitul Maqdis dan kafilah
Quraisy yang tengah kembali dari Syam.

Hanya Abu Bakar orang yang tidak ragu dengan cerita Rasulullah saw.
tersebut. Tak hairan jika Rasulullah saw. memberinya gelar
As Shiddiq.

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Oct 2014/ Zulhijjah 1435...^^..

Saturday, 20 September 2014

Rabiatul Adawiyah, MenCintai Tuhannya(Allah S.W.T)...^^..

Rabiatul Adawiyah, MenCintai Tuhannya(Allah S.W.T)...^^..

Rabiatul Adawiyah adalah wanita yang diangkat tarafnya menjadi wali
Allah s.w.t. Beliau mempunyai suara yang amat merdu dan wajah
yang ayu, namun cinta hatinya tidak mampu dimiliki sebarangan lelaki.
Bairpun mereka dari ulama terbilang, yang datang meminang,
ataupun sultan negara datang merisik. Beliau teguh dengan
pendiriannya kerana cinta hatinya hanyalah untuk Allah s.w.t sahaja.

Antara isi kandungan Surat Penolakan Pernikahan Rabiatul Adawiyah
kepada Raja Basrah:

***
Raja yang dimuliakan,

Kesenangan itu hanya akan diperolehi dengan mudah apabila kita
cuba menjauhi keduniaan. Secara jelas mahupun tersembunyi, secara
lahir mahupun batin. Kekecewaan dan kerugian adalah teman rapat
bagi mereka yang memburu dunia.

Sewajarnya kita berusaha mempersiapkan diri kita menjadi penasihat
untuk diri kita sendiri. Seandainya penasihat itu selain daripada diri kita
sendiri, maka kelemahan kita pasti akan terbongkar.

Sekiranya anda mampu, berpuasalah untuk selamanya. Waktu ketika
ajal anda datang menjemput merupakan waktu bagi berbuka yang
paling afdal.

Sekiranya Allah s.w.t. mengurniakan saya kekayaan melebihi daripada
apa yang TuanKu miliki sekarang, itu juga, pasti tidak mampu
mengubah keputusan dan pendirian saya. Saya tetap bertegas
menyerahkan diri saya untuk berzikir kepadaNya sehingga masa itu
terhenti dengan sendiri. Semoga Tuanku dan saya sentiasa mendapat
keberkatan serta dirahmati oleh Allah s.w.t.
***

Jawapan kepada Hasan al Basri, untuk persoalan pernikahan ke atas
dirinya, Rabiatul Adawiyah;

***
" Nikah itu menjadi kepentingan bagi orang yang mendambakannya,
sedangkan saya tidak punya pilihan lain kerana pilihan saya, bersama 
nazar yang saya buat, saya tidak akan berkahwin hingga ke akhir hayat.
Saya membuat keputusan mahu menghabiskan seluruh masa saya
hanya untuk Allah s.w.t. Saya tekad mahu bernaung hanya di bawah
perintahNya."

" Semua persoalan pasti terjawab apabila kita sebagai hamba Allah
berjaya memerangi nafsu malah menaklukinya. Ingatlah, orang yang
zuhud serta abid sentiasa mengingati Allah dalam suka dan duka,
dalam sedar atau tidak, dalam ratap dan juga tangis supaya di akhirat
kelak, menjadi bukti untuk mendapatkan balasan yang sudah tersedia."
***

Jawapan kepada Pemuda yang ingin menguji, sebab mengapa
Rabiatul Adawiyah selalu menghindari perkahwinan;

***
" Saya juga pasti akan berkahwin, sekiranya mereka yang mahu
mengahwini saya mampu mencari jalan bagi mengeluarkan,
menyelamat dan mengubati saya daripada kerisauan dan perasaan
dukacita yang saya hadapi sekarang."

" Pertama, saat bila malaikat maut mahu mencabut nyawa yang
tunggal ini, apakah dirinya dapat menjamin saya menghadap Allah
s.w.t. dengan bekalan iman yang sempurna ?"

" Keduanya, sejurus ketika berada di padang mahsyar kelak, dapatkah
dirinya memastikan saya akan menerima buku amalan sepanjang
kehidupan saya dengan tangan kanan ?"

" Yang ketiga, setelah selesai di hisab di padang mahsyar kelak, dari
golongan yang soleh akan dimasukkan ke dalam syurga manakala
dari golongan yang kufur akan dihumban ke dalam neraka. Apakah dia
akan dapat menjamin saya akan berada di dalam Syurga Allah ?"
***

" Kehidupan saya sentiasa dihiasi rasa takut kepada hal-hal tentang
hari akhirat. Apa perlunya bersuami, kerana bersuami itu pasti akan
menghadkan masa saya dengan Allah s.w.t. Itu merupakan satu
kerugian yang tidak mampu saya laburkan."

" Tidak perlu saya sibukkan diri dengan perkara-perkara lainnya,
apabila mendapat jaminan daripada Allah s.w.t. Dia lebih mengetahui
dan memahami apa yang saya perlukan sebelum saya sempat
berkata-kata atau meminta-minta dari sesama makhluk."

" Sekiranya dijanjikan suatu kenikmatan dan kasih sayang Allah s.w.t.
di akhirat kelak, adakah kamu akan berasa rugi untuk bekerja keras
untuk hari ini ? Sesungguhnya, mereka yang kuat berusaha adalah
manusia yang paling berbahagia di akhirat kelak."

" Saya sentiasa dirundum perasaan sedih dan berduka kerana, walau
sebanyak manapun amalan saya kepada Allah s.w.t, saya juga tidak
pasti, sama ada Allah s.w.t. redha akan perbuatan saya. Tidak mustahil,
adakalanya Allah murka kepada saya."

" Saya kira, saya hanya bermain-main sahaja di dunia, namun segala
amalan saya adalah untuk akhirat. Oleh itu, janganlah kamu cuba
mencuri atau merampas kecintaan saya kepada Allah s.w.t., kelak
kamu pasti akan menyesal."

#### Memang menjadi keganjilan, sekiranya terdapat mana-mana
manusia, tidak mahu mendirikan rumah tangga, kerana kenikmatan
untuk berumah tangga memang sengaja di syariatkan Allah s.w.t. bagi
menghindari manusia daripada terjebak dengan kancah perzinaan
dan dosa besar.

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Sept 2014/ Zulkaedah 1435...^^..

Wednesday, 17 September 2014

Harga Air Tangan Orang Tidak Menunaikan Solat...^^..

Harga Air Tangan Orang Tidak Menunaikan Solat...^^..

Semua orang tahu bahawa kalau meninggalkan solat adalah dosa
besar, malahan orang yang tidak solat lebih hina daripada khinzir.
Betapa hinanya kita kalau meninggalkan solat seperti yang dikisahkan
pada zaman Nabi Musa a.s.

Kisahnya, pada zaman Nabi Musa, ada seorang lelaki yang sudah
berumahtangga, dia tiada zuriat, lalu terdetik dalam hati dia (nazar),
" Kalau aku dapat anak, aku akan minum air kencing anjing hitam."
Nak dijadikan cerita, Allah pun kurniakan isteri si lelaki tadi pun hamil
dan melahirkan anak. Apabila dah dapat anak, lelaki ni pun runsinglah.
Dia dah nazar nak kena minum air kencing anjing hitam.

Syariat pada zaman Nabi Musa berbeza dengan syariat yang turun
untuk umat Nabi Muhammad. Kalau umat Nabi Muhammad, nazar
benda yang haram, maka tak payah buat tapi kena denda (dam) atau
sedekah. Tapi kalau zaman Nabi Musa, barang siapa bernazar,
walaupun haram tetap kena laksanakan nazar tu. Lalu, si lelaki yang
baru mendapat anak, dengan susah hatinya pergilah bertemu dengan
Nabi Allah Musa dan menceritakan segala yang terjadi ke atas dirinya.

Lalu, Nabi Musa menjawab bahawa lelaki tu tak perlu minum air
kencing anjing hitam tetapi akan minum air yang lebih hina dari air
kencing anjing hitam. Nabi Musa perintahkan lelaki tersebut untuk
pergi menadah air yang jatuh dari bumbung rumah orang yang
meninggalkan solat dan minum air tu. Lelaki itu pun senang hati,
menjalankan apa yang diperintahkan oleh Nabi Musa tadi.

Lihatlah, betapa hinanya orang yang meninggalkan solat, sampai
dikatakan air yang jatuh dari bumbung rumahnya, lebih hina dari air
kencing anjing hitam. Itu baru air bumbung rumah, belum air
tangan lagi.

Menyentuh bab air tangan, selalu kita suka makan masakan ibu
atau isteri kita. Jadi, kepada muslimat sekalian, peliharalah solat
kerana kalau meninggalkan solat (kalau tak uzur), air tangan akan
menitik ke dalam basuhan makanan; nasi, dan sebagainya.

Anak-anak, suami pula yang akan makan makanan yang dimasak.
Takkan nak biarkan suami dan anak-anak gelap hati minum air tangan
orang tinggalkan solat. Tak tergamak kan ?

Tapi lain pula halnya dengan kita hari ni. Pagi petang, mamak. Teh
tarik satu, roti canai satu. Ada pulak segelintir tukang masak yang tak
solat. Kita pun makan bekas air tangan dia. Gelaplah hati kita, sebab
tu liat nak buat kerja-kerja yang baik. Hati- hati dengan apa yang kita
makan. Betapa beratnya amalan solat ni hatta Allah syariatkan solat
kepada Nabi Muhammad melalui Isra' Mikraj sedangkan kewajipan-
kewajipan lain memadai diutus melalui Jibril a.s.

Ketika saat Rasulullah nazak, sempat baginda berpesan kepada
Saidina Ali (dan untuk umat Islam), " As solah as Solah wa amalakat
aimanukum". Maksudnya, " Solat, solat jangan sekali kamu abaikan
dan peliharalah orang-orang yang lemah di bawah tanggunganmu..."

### Jangan Pernah meninggalkan Solat, tidak kira Sihat atau Sakit,
Allah juga tidak pernah memBebankan hambaNya. Kalau Sakit, ada
cara Solatnya, ada Solat sambil Duduk, sambil Berbaring dan Solat
dalam keadaan berPerang pun ada... Kalau terTunda atau terLupa,
pasti Qadakan semula solat yang telah Luput. Solat itu tanda Syukur
kita kepada tuhan orang Muslim (Allah s.w.t.) ###

tuliskanakuhadith.blogspot.com
Norshahuddin Edited Sept 2014/Zulkaedah...^^..